KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan candaan saat menghadiri acara wisuda di Universitas Indonesia, Sabtu (14/2/). Di hadapan para wisudawan, khususnya lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, ia sempat menawarkan posisi asisten pribadi (aspri) yang akan mendampinginya bekerja setiap hari. Namun, tawaran itu tidak disambut antusias. Purbaya pun berseloroh bahwa para lulusan kemungkinan sudah mengetahui realitas soal gaji di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Baca Juga: Menkeu Purbaya Rayu Lulusan UI Jadi Aspri: Gajinya Lumayan Besar! Ia mengaku, secara nominal, pendapatannya saat ini memang lebih rendah dibanding ketika menjabat Ketua Dewan Komisioner di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Jabatan tersebut ia tinggalkan setelah diminta Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi Menteri Keuangan. "Saya selalu bilang sama Bu Lana (Mantan Wakil DK LPS), gaji di Kementerian Keuangan turun dibandingkan LPS,” ujar Purbaya sambil terkekeh. Meski mengakui gaji pokok di kementerian tidak setinggi di lembaga sebelumnya, Purbaya menyebut ada peluang lain yang terbuka bagi pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan, termasuk kesempatan menduduki jabatan komisaris di berbagai perusahaan BUMN. "Iya gaji pokoknya (kecil). Tapi ada juga jabatan komisaris banyak. Lumayan itu. Jadi, Anda jangan takut kerja di Kemenkeu. Kalau mau melamar, melamar saja. Masa depan di sana juga baik, cerah, gajinya juga lumayan gede," katanya. Di balik candaan tersebut, Purbaya menyampaikan pesan serius soal pentingnya regenerasi dan transfer pengetahuan. Ia mengaku sempat ingin merekrut lulusan muda sebagai asisten pribadi agar dapat belajar langsung proses pengambilan kebijakan dan pengelolaan keuangan negara. “Tadinya mau saya rekrut jadi asisten pribadi, temani saya dari hari ke hari, sehingga pengetahuan kita ditransfer ke generasi yang lebih muda. Tapi karena nggak ada yang mau, ya sudah tidak apa-apa. Dipikirnya gajinya kecil. Di Kementerian Keuangan gajinya bisa besar,” katanya.
Baca Juga: Ditjen Pajak Ingatkan Modus Penipuan Baru, Warga Diminta Waspada Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News