Capai level tertinggi, harga minyak masih melaju



JAKARTA. Harga minyak mentah west texas intermediatel (WTI) kembali mencapai level tertinggi. Penurunan persedian minyak dan pemangkasan produksi mendorong harga minyak terus melaju.

Mengutip Bloomberg, Kamis (27/7) pukul 14.26 WIB, harga minyak kontrak pengiriman September 2017 naik 0,1% ke level US$ 48,80 per barel. Dalam sepekan, harga minyak melambung 4%.

Research & Analyst Monex Investindo Futures Agus Chandra melihat, rilis laporan EIA menunjukkan adanya penurunan suplai minyak mentah mingguan sebesar 7,21 juta barel. Persediaan minyak mencapai angka terendah sejak 6 Januari 2017.


Agus menilai, sentimen positif minyak juga datang dari langkah OPEC yang membatasi produksi minyak di Nigeria serta pembatasan ekspor minyak di Arab Saudi. "Sejauh ini masih positif," kata Agus kepada KONTAN.

Sekadar tahu saja, OPEC telah berkomitmen untuk menekan produksi sekitar 1,2 juta barel per hari sampai Maret 2018.

Lebih lanjut, faktor pelemahan dollar AS pasca rapat FOMC semalam juga dianggap sebagai katalis positif. Menurut Agus, harga minyak masih akan melaju naik hingga penutupan perdagangan hari ini. "Belum ada faktor yang bisa menekan harga minyak," tambah Agus.

Namun, Agus juga mengingatkan, kemungkinan akan muncul sentimen negatif dari data jumlah rig minyak di AS yang akan dirilis oleh Baker Hughes jelang penutupan perdagangan. "Jika dilaporkan naik, ada kemungkinan tingkat produksi minyak AS akan meningkat, ini dapat menurunkan harga minyak," papar Agus.

Prediksi Agus, harga minyak masih berpotensi naik dengan kisaran US$ 47,30 - US$ 50,00 per barel hingga pekan depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati