Capex Tembus Rp 300 Miliar, KEEN Siap Tambah Kapasitas & Garap Proyek Pembangkit Baru



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) melanjutkan ekspansi untuk menambah kapasitas pembangkit listrik berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Guna memuluskan agenda tersebut, pada tahun ini KEEN menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 19,5 juta.

Hanya sebagai gambaran, anggaran capex KEEN mencapai sekitar Rp 300 miliar jika dikonversi menggunakan kurs rupiah saat ini. Dengan asumsi kurs rupiah yang sudah menembus level Rp 17.700 per dolar Amerika Serikat, maka capex KEEN tahun ini mencapai sekitar Rp 345,15 miliar. 

Direktur Keuangan Kencana Energi Lestari, Giat Widjaja mengungkapkan bahwa fokus KEEN saat ini adalah menuntaskan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mini-hidro (PLTM) Salu Noling, meneruskan konstruksi proyek pembangkit existing, serta mengikuti tender untuk proyek pembangkit baru. KEEN menargetkan PLTM Salu Noling akan segera memulai operasi komersial atau Commercial Operation Date (COD) pada akhir kuartal kedua atau Juni 2026.


"Untuk tahun 2026 tambahan kapasitas pembangkit KEEN sebesar 10 MW yang berasal dari PLTM Salu Noling yang ditargetkan selesai konstruksi dan dapat COD pada kuartal II-2026," kata Giat kepada Kontan.co.id, Selasa (26/5/2026).

Secara keseluruhan, investasi atau total capex untuk mengerjakan PLTM Salu Noling mencapai US$ 24,5 juta. Setelah COD, PLTM yang berlokasi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan ini diproyeksikan memproduksi listrik sebesar 31,8 Gigawatt hour (GWh) pada 2026. Setelah itu, PLTM Salu Noling bakal beroperasi setahun penuh untuk memproduksi sekitar 63,6 GWh. 

Baca Juga: Ekspansi Agresif Kencana Energi (KEEN): Kapasitas Pembangkit Listrik Bakal Melonjak

Dengan beroperasinya PLTM Salu Noling, kapasitas terpasang pembangkit KEEN bakal mencapai 79,5 MW pada tahun ini. Hingga tahun 2025, KEEN memiliki kapasitas terpasang sebesar 69,5 MW yang mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), PLTM, Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Seiring penambahan kapasitas pembangkit, KEEN membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih. Giat mengungkapkan bahwa KEEN mengejar perolehan laba sebesar US$ 16,8 juta pada tahun 2026.

Target tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 84,81% dibandingkan laba tahun berjalan KEEN pada 2025, yakni sebesar US$ 9,09 juta. Sejalan dengan itu, KEEN menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 70,7% dari US$ 34,33 juta pada 2025 menjadi US$ 58,6 juta pada tahun ini.

Ekspansi Proyek dan Bidik Tender PLN

Selain fokus menuntaskan proyek PLTM Salu Noling, KEEN juga sedang dalam proses konstruksi PLTS Tobelo. Pembangkit listrik berkapasitas 10 MW yang berlokasi di Halmahera ini ditargetkan akan selesai konstruksi pada kuartal I-2027.  

Tak sampai di situ, KEEN pun belum lama ini sudah memenangkan tender pengadaan listrik Independent Power Producer (IPP) PLTA Pakkat 2 oleh PT PLN (Persero). Penunjukan KEEN sebagai pemenang tender dituangkan dalam Letter of Intent (LOI) dari PLN pada 11 Mei 2026.

Proyek PLTA Pakkat 2 memiliki kapasitas sebesar 45 MW. Pembangkit listrik yang berlokasi di Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara ini akan menjadi proyek KEEN dengan kapasitas terbesar hingga sekarang.

KEEN memperkirakan PLTA Pakkat 2 membutuhkan investasi sekitar US$ 116 juta, dengan target masa pembangunan sekitar empat tahun. KEEN sedang dalam proses penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) bersama PLN sebelum memasuki tahap konstruksi.

Setelah PPA ditandatangani, maka proyek ini akan memasuki proses financial closing yang berdasarkan PPA ditargetkan selama satu tahun. Adapun, sumber pendanaan untuk proyek PLTA Pakkat 2 akan berasal dari pinjaman bank dengan porsi sekitar 70%-80% dan 20%-30% dari internal KEEN.

Baca Juga: Kencana Energi (KEEN) Bidik Laba Naik 84,8% pada 2026, Begini Strategi Kejar Target

Ekspansi KEEN tak berhenti di PLTA Pakkat 2. Giat membeberkan, KEEN juga telah mengikuti tender PLTA Salu Uro dengan kapasitas 95 MW. Prosesnya masih persiapan penandatanganan PPA dengan PLN. Giat bilang, KEEN juga telah mengikuti proses tender pembangkit EBT lainnya yang saat ini masih menunggu penetapan pemenang tender.

Giat menegaskan bahwa KEEN akan terus melirik peluang ekspansi dengan mengikuti proses lelang pembangkit listrik berbasis EBT yang dibuka oleh PLN. "KEEN selalu mengusahakan agar bisa siap untuk mengikuti tender PLN dengan pipeline proyek kami yang luas," imbuh Giat.

Adapun, salah satu jenis pembangkit listrik EBT dengan prospek pengembangan yang menarik adalah PLTS. Apalagi, pemerintah telah mencanangkan target ambisius untuk mencapai kapasitas 100 GW PLTS dalam tiga tahun depan. 

KEEN pun terus mendalami peluang pengembangan PLTS. Sejak tahun 2023, KEEN telah mempersiapkan diri untuk memiliki kemampuan dan pengalaman mengembangkan proyek PLTS, yaitu dengan membangun dan mengoperasikan pilot project PLTS Tempilang di Bangka Belitung.

"Ke depan KEEN bersemangat untuk mengikuti tender-tender PLTS yang diadakan oleh PLN dan selalu mengikuti perkembangan teknologi PLTS. Sehingga peluang pengembangan PLTS yang diikuti oleh KEEN dapat diraih dan PLTS yang dikembangkan dapat berproduksi dengan seefektif dan sefisien mungkin," tutup Giat.

Baca Juga: Kencana Energi (KEEN) Menangkan Tender PLTA Pakkat 2 Berkapasitas 45 MW dari PLN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News