KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) masih memiliki prospek pertumbuhan positif hingga 2026–2027. Namun, tingginya belanja modal (capex) pada 2026 membuat perseroan masih berada dalam fase investasi, sementara manfaat dari ekspansi jaringan dan bisnis digital diperkirakan lebih terasa mulai 2027. Senior Analyst Kiwoom, Sukarno Alatas mengatakan, pertumbuhan ISAT ke depan akan ditopang oleh sejumlah faktor, mulai dari kenaikan average revenue per user (ARPU), pertumbuhan trafik data hingga ekspansi jaringan 5G dan 5G fixed wireless access (FWA). Selain itu, pengembangan bisnis NeoCloud dan AI melalui Zankore juga menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ISAT. Monetisasi dari ekspansi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menentukan kinerja perseroan setelah periode investasi besar pada 2026.
Capex Tinggi Jadi Tantangan ISAT, Monetisasi Ekspansi Diproyeksi Mulai 2027
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) masih memiliki prospek pertumbuhan positif hingga 2026–2027. Namun, tingginya belanja modal (capex) pada 2026 membuat perseroan masih berada dalam fase investasi, sementara manfaat dari ekspansi jaringan dan bisnis digital diperkirakan lebih terasa mulai 2027. Senior Analyst Kiwoom, Sukarno Alatas mengatakan, pertumbuhan ISAT ke depan akan ditopang oleh sejumlah faktor, mulai dari kenaikan average revenue per user (ARPU), pertumbuhan trafik data hingga ekspansi jaringan 5G dan 5G fixed wireless access (FWA). Selain itu, pengembangan bisnis NeoCloud dan AI melalui Zankore juga menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ISAT. Monetisasi dari ekspansi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menentukan kinerja perseroan setelah periode investasi besar pada 2026.