KONTAN.CO.ID - IPO (
Initial Public Offering) SpaceX menjadi salah satu peristiwa paling dinanti di pasar modal global pada 2026. Perusahaan antariksa milik Elon Musk itu diperkirakan melantai di bursa dengan valuasi mencapai US$1,75 triliun atau sekitar Rp31.658 triliun. Mengutip
Reuters, SpaceX dikabarkan mengalokasikan hingga 30% saham IPO untuk investor ritel. Ini adalah langkah yang jarang dilakukan dalam IPO berukuran jumbo yang biasanya lebih banyak dikuasai investor institusi.
langkah yang jarang dilakukan dalam IPO berukuran jumbo yang biasanya lebih banyak dikuasai investor institusi.
Baca Juga: Sebelum Beli Bitcoin, Investor Perlu Tahu Ancaman dari Booming Saham AI Cara Membeli Saham IPO SpaceX
SpaceX akan diperdagangkan menggunakan kode saham SPCX. Bagi investor yang ingin membeli saham pada harga IPO, langkah pertama adalah memiliki akun di broker atau perusahaan sekuritas yang mendapatkan jatah distribusi saham SpaceX. Secara umum, prosesnya meliputi:
- Membuka akun di broker yang memenuhi syarat.
- Menyetorkan dana sesuai ketentuan minimum broker.
- Mengajukan minat pembelian saham (indication of interest).
- Menunggu proses penentuan harga IPO dan alokasi saham.
Perlu diingat, mengajukan pemesanan tidak otomatis membuat investor mendapatkan saham. Jika permintaan melebihi jumlah saham yang tersedia, broker biasanya akan melakukan alokasi terbatas.
Baca Juga: Mengapa Investor China Tak Bisa Mengakses Dokumen IPO SpaceX? Broker yang Menawarkan Saham IPO SpaceX
Beberapa broker yang menyediakan akses IPO SpaceX di Amerika Serikat antara lain:
| Broker | Minimum Dana | Setara Rupiah |
| Charles Schwab | US$100.000 | Sekitar Rp1,81 miliar |
| Fidelity Investments | US$2.000 | Sekitar Rp36,18 juta |
| Robinhood | Tidak ada minimum | - |
| SoFi | Tidak ada minimum | - |
| E*Trade | Tidak ada minimum | - |
Investor juga perlu memperhatikan aturan terkait
flipping, yaitu menjual saham terlalu cepat setelah IPO. Beberapa broker dapat membatasi akses investor ke IPO berikutnya apabila saham dijual dalam waktu dua hingga empat minggu setelah pencatatan.
Baca Juga: Sebelum IPO Anthropic, Investor Perlu Tahu Hubungannya dengan Pemerintah AS Apakah Investor Indonesia Bisa Membeli Saham SpaceX?
SpaceX membuka peluang bagi investor internasional untuk ikut berpartisipasi dalam IPO. Namun akses tersebut bergantung pada regulasi di masing-masing negara. Berikut negara-negara yang disebut berpotensi memperoleh akses ke saham IPO SpaceX:
| Kawasan | Negara |
| Asia | India, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand |
| Timur Tengah | Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Israel |
| Eropa | Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Denmark, Norwegia, Spanyol, Swedia, Swiss |
| Amerika | Argentina, Brasil, Kolombia, Meksiko, Peru |
| Oseania | Australia, Selandia Baru |
| Afrika | Afrika Selatan |
Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara yang disebutkan. Namun investor Indonesia tetap berpeluang membeli saham SPCX setelah mulai diperdagangkan di pasar sekunder melalui broker internasional yang menyediakan akses ke bursa saham Amerika Serikat.
Alternatif Selain Membeli Saham SpaceX Secara Langsung
Bagi investor yang tidak ingin membeli saham SPCX secara langsung, terdapat alternatif melalui dana indeks atau ETF yang mengikuti indeks Nasdaq 100. SpaceX disebut akan memperoleh jalur masuk cepat ke indeks tersebut. Dengan demikian, investor dapat memperoleh eksposur terhadap perusahaan melalui produk investasi yang mengikuti pergerakan Nasdaq 100. Pilihan ini menawarkan diversifikasi yang lebih baik karena dana investor tersebar ke berbagai saham teknologi besar lainnya.
Baca Juga: IPO Saham SpaceX Dipatok Rp2,42 Juta per Saham, Ini Risiko dan Peluangnya Risiko Membeli Saham SpaceX
Meski menjadi salah satu perusahaan paling populer di dunia, investasi di SpaceX tetap memiliki sejumlah risiko. Secara umum, berikut adalah risiko yang perlu diperhatikan:
| Risiko | Penjelasan |
| Valuasi sangat tinggi | Valuasi US$1,75 triliun mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang sangat besar. |
| Belum mencetak laba | SpaceX mengakui belum memperkirakan akan meraih keuntungan dalam waktu dekat. |
| Industri padat modal | Peluncuran roket dan pengembangan satelit membutuhkan investasi yang sangat besar. |
| Risiko regulasi | Perubahan aturan pemerintah dapat memengaruhi operasional perusahaan. |
| Risiko operasional | Kegagalan peluncuran atau gangguan teknis dapat berdampak terhadap kinerja bisnis. |
| Tekanan pasca lock-up | Saham milik karyawan dan investor awal yang mulai dijual dapat menekan harga saham. |
Rangkuman Informasi IPO SpaceX
| Informasi | Detail |
| Nama perusahaan | SpaceX |
| Kode saham | SPCX |
| Valuasi IPO | US$1,75 triliun |
| Valuasi dalam rupiah | Sekitar Rp31.658 triliun |
| Alokasi investor ritel | Hingga 30% saham IPO |
| Nilai alokasi ritel | US$22,5 miliar |
| Nilai alokasi ritel dalam rupiah | Sekitar Rp407 triliun |
| Status profitabilitas | Belum menghasilkan laba |
| Potensi masuk Nasdaq 100 | Ya |
| Potensi masuk S&P 500 | Belum memenuhi syarat |
Baca Juga: Booming IPO India, Raksasa Asing Justru Tarik Dana Miliaran Dolar