KONTAN.CO.ID - Ada cara unik yang dilakukan Bernard Arnault, Chairman dan CEO LVMH, untuk menyiapkan pewaris kekayaannya. Setiap bulan, Arnault mengumpulkan kelima anaknya untuk makan siang bersama di kantor pusat LVMH di Paris. Menurut
Wall Street Journal, makan siang tersebut lebih menyerupai wawancara rutin untuk menilai siapa yang paling layak menjadi penerus kerajaan bisnis mewah terbesar di dunia. Laporan tersebut menjelaskan, Arnault membuka pertemuan dengan membaca agenda dari iPad, lalu satu per satu anaknya diminta memberikan pandangan strategis.
Baca Juga: Dinasti Hermes: Rahasia Kekayaan Keluarga Terkaya Prancis Ujian Kepemimpinan Saat Makan Siang
Pertanyaan Arnault tidak ringan. Ia menguji kemampuan berpikir strategis anak-anaknya dengan isu-isu inti bisnis. Beberapa pertanyaan yang diajukan seperti, 'Apakah seorang CEO merek perlu diganti?', 'Mengapa kampanye pesaing lebih menarik bagi Gen Z?', dan 'Apakah bisnis jam tangan perlu direstrukturisasi?'. Arnault mendengarkan dengan saksama untuk menilai ketajaman analisis, logika, dan visi jangka panjang masing-masing anak.
Baca Juga: Rahasia Kekayaan Keluarga Del Vecchio, Penguasa Industri Kacamata Dunia Pemahaman Matematika dan Logika Jadi Fondasi
Arnault dikenal menerapkan pola asuh yang sangat disiplin. Ia kerap memanggil anak-anaknya ke kantor di sela rapat untuk mengerjakan soal matematika. Mengutip
VnExpress, Sidney Toledano, rekan lama keluarga Arnault, mengungkapkan bahwa bahkan setelah penerbangan jarak jauh dari Asia, Arnault masih menyempatkan diri membahas buku matematika dengan anak-anaknya. Bagi Arnault, berpikir logis adalah keterampilan utama untuk memimpin bisnis mode dan barang mewah.
Baca Juga: Profil Keluarga Walton: Keluarga Terkaya di Dunia, Pengendali Jaringan Walmart Sistem Pelatihan Berbasis Mentor
Bernard Arnault tidak menyerahkan pelatihan anak-anaknya pada teori semata. Setiap anak ditempatkan di bawah bimbingan eksekutif senior LVMH. Putri tertua Arnault, Delphine Arnault (51), menghabiskan 12 tahun dibimbing oleh jajaran pimpinan Dior dan Louis Vuitton. Kini, ia menjabat sebagai Chairman dan CEO Dior Couture. Antoine Arnault (49) bertanggung jawab atas citra merek, komunikasi, dan keberlanjutan di seluruh grup. Ia juga menjabat CEO Christian Dior SE, perusahaan induk yang mengendalikan LVMH. Tiga anak dari pernikahan kedua Arnault juga naik jabatan dengan cepat. Alexandre Arnault (34) kini menjadi Wakil CEO Moet Hennessy, divisi anggur dan minuman beralkohol mewah LVMH. Ada juga Frederic Arnault (31) yang duduk di kursi CEO Loro Piana dan Direktur Eksekutif Financiere Agache, serta Jean Arnault (28) yang bekerja sebagai Kepala divisi jam tangan Louis Vuitton.
Baca Juga: Kisah Jan Koum, Pendiri WhatsApp dari Keluarga Yahudi Miskin Ukraina Arnault Perpanjang Masa Jabatan
Untuk memastikan kerajaan bisnis ini tidak terpecah setelah kepergiannya, Arnault merancang struktur kepemilikan khusus. Setiap anak memegang 20% saham. Kepemilikan itu dilindungi dengan aturan, seperti tidak ada yang boleh menjual saham selama 30 tahun, penjualan hanya bisa dilakukan jika disetujui keempat saudara lainnya, dan kursi ketua bergilir setiap dua tahun di antara kelima anak. Hingga kini, Bernard Arnault belum menunjuk penerus tunggal. Ia bahkan mengubah anggaran dasar perusahaan dengan menaikkan usia pensiun chairman menjadi 85 tahun. Dengan demikian, proses suksesi bisa berlangsung hingga 2034. Arnault melarang anak-anaknya berkompetisi satu sama lain, bahkan dalam hobi seperti piano atau tenis, demi mencegah konflik internal. Saat ini, Bernard Arnault berusia 76 tahun. Forbes mencatat kekayaan bersih keluarga Arnault mencapai US$178,7 miliar per 23 Januari 2026.
Baca Juga: Rahasia Sukses Boehringer Ingelheim: Kekuatan Keluarga Von Baumbach Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News