Cara Investasi Dollar untuk Pemula: Panduan Lengkap dan Pilihan Aplikasinya



KONTAN.CO.ID - Investasi dollar menjadi salah satu cara yang dapat dipertimbangkan untuk menyimpan aset, kepemilikan dollar dapat berguna bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan dalam mata uang tersebut. Namun, investor perlu memahami pilihan instrumen, cara membeli, dan biaya transaksi.

Salah satu platform yang dapat digunakan adalah Pintu. Platform ini menyediakan layanan aset kripto, termasuk stablecoin seperti USDT yang dirancang memiliki nilai mendekati dollar AS, tokenisasi saham, emas crypto hingga perak ETF tertokenisasi.

Jika kamu tertarik dengan saham tertokenisasi, maka pelajari fundamental, misalnya Amazon adalah perusahaan teknologi dan perdagangan elektronik yang memiliki bisnis di berbagai negara. Secara konvensional tentunya kamu membutuhkan USD untuk membeli saham perusahaan tersebut.


Namun jika kamu membeli saham Amazon tertokenisasi, maka kamu tidak membutuhkan USDF lagi. Karena melalui Pintu maka kamu bisa membeli langsung dengan menggunakan rupiah, bahkan kamu bisa membeli dengan modal yang kecil.

Cara Investasi Dollar Secara Bertahap

Investasi dollar dapat dilakukan melalui beberapa langkah sederhana, diantaranya adalah:

1. Tentukan Tujuan Investasi

Investor dapat memiliki tujuan berbeda, seperti menyiapkan dana perjalanan, kebutuhan pendidikan di luar negeri, pembayaran internasional, atau diversifikasi portofolio. Tujuan tersebut akan menentukan jenis aset yang sesuai.

Jika investor membutuhkan dollar fisik dalam beberapa waktu mendatang, membeli uang tunai melalui bank atau money changer dapat menjadi pilihan. Sementara itu, jika investor membutuhkan aset digital, stablecoin dapat memiliki fungsi berbeda.

Selain itu, tentukan jangka waktu penggunaan dana. Dana yang akan digunakan dalam waktu dekat sebaiknya tidak ditempatkan pada instrumen yang memiliki risiko tinggi. Dengan menentukan tujuan dan jangka waktu, investor dapat membuat keputusan yang lebih terukur.

2. Tentukan Jumlah Dana

Selanjutnya tentukan jumlah dana yang akan dialokasikan. Investor tidak perlu langsung membeli dollar dalam jumlah besar karena harga valuta asing dapat berubah mengikuti kondisi pasar.

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah membeli secara bertahap. Misalnya, investor memiliki target mengumpulkan US$1.000 dalam satu tahun. Investor dapat membagi target tersebut menjadi pembelian berkala sehingga tidak harus membeli seluruh nominal sekaligus.

Namun, strategi tersebut tetap memiliki risiko kurs. Nilai tukar dapat bergerak naik maupun turun sehingga hasil pembelian bertahap tidak dapat dipastikan sebelumnya.

3. Pilih Aplikasi atau Layanan

Setelah menentukan nominal, pilih platform berdasarkan jenis aset yang ingin dimiliki. Untuk aset digital, Pintu menjadi salah satu contoh platform yang menyediakan layanan transaksi aset kripto, termasuk USDT.

Jika menggunakan Pintu, pengguna dapat mengakses aset kripto melalui aplikasi dan melakukan transaksi sesuai fitur yang tersedia. Karena USDT merupakan aset digital, pengguna perlu memahami mekanisme perdagangan, biaya, penyimpanan, serta penarikan aset sebelum melakukan pembelian.

Sementara itu, investor yang ingin memiliki dollar fiat dapat menggunakan layanan valuta asing dari bank. Investor juga dapat menggunakan money changer untuk memperoleh dollar dalam bentuk fisik.

4. Bandingkan Harga dan Biaya

Sebelum membeli dollar, periksa kurs yang berlaku. Bank, money changer, dan platform digital dapat menampilkan harga yang berbeda karena masing-masing memiliki mekanisme transaksi dan biaya. Selisih antara kedua harga tersebut dikenal sebagai spread dan dapat mempengaruhi biaya ketika investor melakukan transaksi.

Selain kurs, perhatikan biaya administrasi, biaya transfer, biaya transaksi, serta biaya penarikan apabila tersedia. Jika membeli aset digital, investor juga perlu memahami biaya yang berkaitan dengan transaksi dan perpindahan aset.

Dengan membandingkan seluruh biaya, investor dapat memperkirakan jumlah dana yang benar-benar diperlukan.

5. Lakukan Pembelian dan Simpan dengan Aman

Selanjutnya investor dapat melakukan pembelian sesuai nominal yang telah ditentukan. Pada layanan kripto, kamu biasanya memasukkan jumlah dana yang ingin digunakan, kemudian memeriksa detail transaksi sebelum memberikan konfirmasi.

Contohnya, kamu ingin membeli aset senilai US$100. Jika menggunakan layanan valuta asing, investor dapat menukarkan rupiah berdasarkan kurs yang berlaku. Jika menggunakan platform aset kripto, investor dapat membeli USDT berdasarkan harga dan mekanisme perdagangan yang tersedia.

Setelah pembelian selesai, simpan aset dengan aman. Dollar fisik perlu disimpan di tempat yang aman, sedangkan saldo valuta asing mengikuti mekanisme rekening. Sementara itu, aset digital perlu disimpan dalam akun atau wallet dengan memperhatikan keamanan akses.

Contoh Aplikasi dan Layanan Investasi Dollar

Terdapat sejumlah pilihan layanan yang dapat digunakan masyarakat, diantaranya adalah:

1. Pintu

Pintu adalah platform kripto yang menyediakan akses terhadap berbagai aset digital. Salah satu aset yang dapat dikaitkan dengan dollar adalah USDT, yaitu stablecoin yang dirancang untuk mempertahankan nilai yang mendekati dollar AS.

Pintu lebih relevan bagi investor yang ingin memiliki aset digital berbasis dollar. Pengguna dapat melakukan transaksi melalui aplikasi sesuai fitur dan ketentuan yang tersedia.

Namun, pengguna tidak boleh menganggap saldo USDT sama dengan saldo dollar di rekening bank. Aset digital memiliki mekanisme dan risiko tersendiri.

Sebelum melakukan pembelian, pengguna sebaiknya memahami harga, biaya transaksi, mekanisme penyimpanan, serta proses penarikan. Selain itu, pengguna perlu menjaga keamanan akun dengan tidak membagikan informasi login dan kode keamanan kepada pihak lain.

2. Bank

Bank dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin membeli atau menyimpan dollar fiat. Sejumlah bank menyediakan rekening valuta asing dan layanan penukaran mata uang sesuai produk yang tersedia.

Investor dapat mengecek kurs melalui kanal resmi bank sebelum melakukan transaksi. Setelah itu, investor dapat membeli dollar sesuai nominal yang dibutuhkan. Keunggulan layanan bank terletak pada fungsi penyimpanan dan layanan valuta asing yang dapat mendukung kebutuhan tertentu.

3. Money Changer

Money changer menjadi pilihan bagi investor atau masyarakat yang membutuhkan dollar dalam bentuk fisik. Prosesnya relatif sederhana karena pengguna cukup datang ke gerai, menentukan nominal dollar, kemudian membayar menggunakan rupiah.

Sebelum melakukan transaksi, bandingkan kurs jual dari beberapa penyedia. Sebab, selisih kurs dapat mempengaruhi jumlah rupiah yang harus dikeluarkan. Selain itu, perhatikan ketersediaan pecahan dollar. Jika pengguna membutuhkan pecahan tertentu, tanyakan terlebih dahulu kepada penyedia layanan.

Pada akhirnya, cara investasi dollar dapat dimulai dengan menentukan tujuan, menetapkan jumlah dana, memilih layanan, membandingkan kurs dan biaya, kemudian melakukan pembelian serta menyimpan aset dengan aman.

Pintu dapat menjadi pilihan untuk mengakses aset digital seperti USDT, sedangkan bank dan money changer dapat digunakan untuk kebutuhan dollar fiat sesuai layanan yang tersedia. Dengan memahami perbedaan setiap instrumen, investor dapat menyesuaikan pilihan dengan kebutuhannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: