Cara Lion Air memikat para traveler



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Segmen pelancong atau traveler rupanya jadi daya tarik bagi maskapai Lion Air. Salah satunya dengan membuka hub di beberapa titik yang lekat kaitannya dengan lokasi wisata.

Corporate Communication Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro menjelaskan salah satu upayanya dengan membuka koneksi penerbangan. “Misalnya di Medan dan Jayapura,” katanya kepada Kontan.co.id pada Minggu (24/3).

Medan sebagai salah satu kota besar dinilai memiliki potensi bisnis. Kata Danang, Medan menjadi upaya Lion Air menggaet jumlah penumpang dengan menghubungkan rute seperti Banda Aceh, Meulaboh, Lhokseumawe, Sumeulue, Takengon, Silangit, Gunung Sitoli, Aek Godang, Sibolga, dan Dumai.


Sementara untuk Jayapura, Lion Air telah terhubung ke Merauke, Wamena, Dekai, Sorong, Fak-Fak, dan Kaimana. Saat ini Lion Air sudah mengoperasikan berbagai tipe pesawat.

Di antaranya 70 unit Boeing 737-900ER dengan kapasitas 215 penumpang kelas ekonomi, 38 Boeing 737-800 NG dengan kapasitas 189 penumpang kelas ekonomi, dan tiga Airbus A330-400 dengan kapasitas 440 penumpang kelas ekonomi.

Adapun saat ini 10 unit Boeing 747 Max 8 masih dalam kondisi temporary grounded menyusul perintah Kementerian Perhubungan beberapa pekan lalu.

Lion Air juga berencana mendatangkan dua unit Airbus 330-900 NEO di tahun ini. Kapasitas pesawat berbadan lebar itu bisa diatur untuk memuat 440 penumpang.

Pengoperasian Airbus 330-900 NEO akan memberikan nilai tambah kepada pelanggan dengan hadirnya terbang langsung, antara lain penerbangan umrah non-stop dari Makassar ke Madinah, Balikpapan ke Jeddah, Surabaya ke Madinah, Solo tujuan Jeddah. Selain itu, Lion Air mempersiapkan ekspansi pasar wisata ke Asia Selatan, salah satunya di India.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto