KONTAN.CO.ID - Saat ini, mayoritas perusahaan besar dan startup berskala global menggunakan teknologi Applicant Tracking System (ATS) untuk mempermudah proses seleksi awal. Sistem ini bekerja secara otomatis dengan memindai ribuan dokumen yang masuk untuk mencari kata kunci tertentu yang relevan dengan kebutuhan posisi. Jika dokumen Anda tidak memenuhi standar teknis sistem ini, peluang untuk sampai ke meja rekruter akan tertutup meskipun Anda memiliki kualifikasi yang mumpuni.
Detail Teknis CV ATS Friendly dari Berbagai Sumber
Resume yang ramah terhadap sistem pelacakan pelamar memiliki karakteristik yang sangat spesifik. Berbeda dengan resume kreatif yang menonjolkan estetika, resume jenis ini lebih mengutamakan keterbacaan data oleh algoritma. Dilansir dari Dealls, sistem otomatis ini cenderung menyukai format dokumen yang sederhana dan terstruktur dengan penggunaan font standar yang mudah dipindai oleh mesin pembaca teks. Salah satu poin paling krusial dalam pembuatan dokumen ini adalah penempatan kata kunci atau keywords. Kata kunci ini biasanya diambil dari deskripsi pekerjaan (job description) yang dipublikasikan oleh perusahaan. Jika perusahaan mencari kandidat dengan kemampuan Python dan analisis data, maka kata-kata tersebut wajib muncul secara natural di dalam pengalaman kerja atau bagian keahlian Anda. Sistem akan memberikan skor tinggi pada dokumen yang memiliki tingkat kecocokan kata kunci paling relevan dengan persyaratan yang diminta. Berikut adalah beberapa elemen penting yang harus diperhatikan dalam menyusun CV ATS friendly menurut standar terbaru:- Format File: Gunakan format .docx atau PDF. Meskipun sistem modern mulai bisa membaca PDF, format .docx sering kali dianggap paling aman untuk menjaga struktur teks tidak berantakan saat diproses mesin.
- Font Standar: Gunakan jenis huruf yang bersih dan tanpa dekorasi berlebihan seperti Arial, Calibri, atau Helvetica dengan ukuran 10-12 poin.
- Header yang Jelas: Hindari meletakkan informasi penting seperti nomor telepon atau alamat email di dalam fitur header atau footer dokumen, karena beberapa sistem versi lama tidak dapat memindai area tersebut.
- Judul Bagian yang Baku: Gunakan penamaan standar seperti "Pengalaman Kerja", "Pendidikan", dan "Keahlian" alih-alih menggunakan istilah kreatif yang membingungkan sistem.
- Tanpa Grafik dan Tabel: Hindari penggunaan tabel, kolom ganda, logo, atau grafik kemajuan (progress bar) untuk tingkat kemampuan bahasa atau perangkat lunak.
Panduan Tahapan Menyusun Resume yang Efektif
Menyusun resume bukan sekadar memindahkan riwayat hidup ke dalam kertas, melainkan sebuah proses penyaringan informasi yang strategis. Bersumber dari Jobstreet, tren resume saat ini menonjolkan pencapaian yang terukur dibandingkan sekadar daftar tugas harian. Anda harus mampu menunjukkan dampak nyata yang telah diberikan kepada perusahaan sebelumnya dengan menggunakan data angka. Berikut adalah langkah-langkah prosedural dalam menyusun resume yang kompetitif:- Analisis Deskripsi Pekerjaan: Baca kembali lowongan kerja yang dituju dan catat kata kunci utama serta kompetensi yang paling ditekankan oleh perusahaan.
- Gunakan Bahasa Aktif: Awali setiap poin pengalaman kerja dengan kata kerja aksi seperti "Mengelola", "Meningkatkan", "Membangun", atau "Menganalisis" untuk memberikan kesan kepemimpinan.
- Terapkan Metode STAR: Dalam menjelaskan pencapaian, gunakan kerangka Situation (Situasi), Task (Tugas), Action (Tindakan), dan Result (Hasil). Contoh: "Meningkatkan efisiensi operasional sebesar 15% melalui implementasi sistem pelaporan baru".
- Optimasi Bagian Kontak: Pastikan tautan profil LinkedIn dan portofolio profesional sudah disertakan dan dapat diklik dengan mudah.
- Cek Ulang Ejaan: Gunakan fitur pemeriksaan ejaan untuk memastikan tidak ada kesalahan ketik, karena sistem mungkin gagal mengenali kata kunci yang salah tulis.