KONTAN.CO.ID - Menabung merupakan salah satu kebiasaan baik yang perlu ditanamkan sejak dini. Selain mengajarkan anak untuk mengelola uang, kebiasaan menabung juga membantu mereka memahami pentingnya perencanaan keuangan dan membedakan antara kebutuhan dengan keinginan. Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah tabungan emas. Tabungan emas bisa menjadi sarana belajar keuangan bagi pelajar dan anak-anak karena dapat dimulai dengan nominal relatif kecil, sesuai kemampuan.
1. BTN Syariah: Tabungan BTN Emas iB
Tabungan BTN Emas iB merupakan salah satu pilihan yang layak diperiksa oleh orang tua yang ingin menyiapkan tabungan emas untuk anak. BTN Syariah secara khusus mencantumkan persyaratan dokumen bagi warga negara Indonesia berusia di bawah 17 tahun. Berdasarkan informasi resmi BTN, persyaratan untuk nasabah di bawah 17 tahun meliputi akta kelahiran dan surat pernyataan orang tua sebagai beneficial owner. Nasabah juga perlu memenuhi ketentuan rekening induk yang ditetapkan bank. Dari sisi biaya, BTN mencantumkan setoran awal Rp50.000 dan setoran manual berikutnya mulai Rp10.000. Produk ini menggunakan mekanisme pengumpulan dana untuk pembelian emas sesuai ketentuan dan target yang ditetapkan, sehingga perlu dibedakan dari layanan yang langsung mencatat saldo kepemilikan emas digital setiap kali melakukan pembelian. Baca Juga: Harga Emas Antam Sore Ini, Catat Cara Beli Emas Antam Online Paling Aman2. Pegadaian: Tabungan Emas
Pegadaian menyediakan layanan Tabungan Emas yang memungkinkan masyarakat membeli dan menyimpan emas secara bertahap. Pembelian dapat dimulai dari Rp10.000, sehingga relatif terjangkau bagi orang tua yang ingin menyisihkan dana secara rutin untuk anak. Saldo emas dicatat dalam satuan gram dan dapat ditambah sesuai kemampuan. Layanan ini juga menyediakan pilihan untuk menjual kembali saldo atau mencetaknya menjadi emas fisik sesuai persyaratan yang berlaku. Meski demikian, informasi persyaratan pembukaan rekening Pegadaian mencantumkan identitas seperti KTP. Orang tua sebaiknya mengonfirmasi apakah rekening dapat dibuka langsung atas nama anak di bawah 17 tahun, atau apakah diperlukan mekanisme lain yang sesuai dengan kebijakan perusahaan. Baca Juga: Periode Emas Anak Tak Boleh Lewat, Ini Pentingnya Nutrisi dan Stimulasi Sejak Dini3. Treasury: Tabungan Emas Digital
Treasury merupakan platform digital yang menyediakan layanan pembelian dan penyimpanan emas secara daring. Berdasarkan informasi resminya, pembelian emas dapat dimulai dari Rp5.000 tanpa biaya penyimpanan. Nominal tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi orang tua yang ingin mengajarkan kebiasaan menyisihkan uang dalam jumlah kecil secara rutin. Pengguna juga dapat memantau harga emas serta melakukan transaksi sesuai fitur dan ketentuan platform. Akan tetapi, nominal pembelian yang rendah tidak otomatis berarti anak dapat membuka akun sendiri. Persyaratan pendaftaran dan verifikasi pengguna di bawah 17 tahun perlu dikonfirmasi terlebih dahulu kepada Treasury. Baca Juga: 8 Cara Investasi Emas untuk Pemula di 2026, Coba Yuk!4. CIMB Niaga: Tabungan Emas melalui OCTO
CIMB Niaga juga menyediakan akses ke layanan Tabungan Emas melalui OCTO, bekerja sama dengan Pegadaian. Layanan ini memungkinkan nasabah mengakses pembelian emas digital melalui kanal perbankan. Informasi resmi CIMB Niaga mencantumkan pembelian mulai Rp80.000 dalam periode promosi Agustus hingga Oktober 2026. Nominal tersebut merupakan informasi promosi yang memiliki periode berlaku, bukan jaminan bahwa harga minimum yang sama akan tersedia setelah promosi berakhir. Bagi orang tua yang mempertimbangkan platform ini untuk anak, hal utama yang perlu diperiksa adalah persyaratan usia, kepemilikan rekening bank, dan mekanisme pendaftaran yang berlaku. Baca Juga: Konsumsi Susu Anak Indonesia Masih Rendah, Ini Cara Penuhi Gizi Anak yang TepatHal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membuka Tabungan Emas untuk Anak
- Persyaratan usia. Pastikan apakah anak dapat menjadi pemilik rekening atau harus menggunakan mekanisme yang melibatkan orang tua atau wali.
- Modal awal dan setoran berikutnya. Pilih nominal yang sesuai dengan uang saku atau kemampuan keluarga.
- Biaya layanan. Periksa biaya administrasi, penyimpanan, transaksi, dan pencetakan emas jika tersedia.
- Mekanisme kepemilikan. Bedakan layanan yang langsung mencatat saldo emas dalam gram dengan produk yang terlebih dahulu mengumpulkan dana untuk membeli emas.
- Keamanan dan legalitas. Periksa status perizinan penyedia serta ketentuan penyimpanan emas melalui sumber resmi.
- Kemudahan pencairan. Pahami ketentuan penjualan kembali dan kemungkinan selisih antara harga beli dengan harga jual.