Cara Mengatasi Gejala Sakit Maag dan Penyebabnya yang Perlu Diwaspadai



KONTAN.CO.ID - Gejala sakit maag yang biasa dialami oleh penderitanya adalah rasa tidak nyaman di perut, seperti perut terasa nyeri, mual, muntah, serta kembung. Maag adalah kondisi peradangan atau iritasi pada dinding asam lambung yang disebabkan oleh bakteri Helicobancter pylori. 

Kondisi tersebut dapat terjadi tiba-tiba akut atau kronis. Meski terbilang mudah untuk disembuhkan, akan tetapi maag  juga bisa menjadi parah.

Sakit maag dapat disebabkan oleh penyakit autoimun, penggunaan obat anti-inflamasi nonsteroid atau kortikosteroid maupun stres fisik. Gejala sakit maag dapat terjadi secara tiba-tiba atau muncul perlahan seiring waktu.


Dalam beberapa kasus, bisa saja berdampak serius. Namun, bagi kebanyakan orang, gejala sakit maag relatif ringan dan cepat membaik dengan pengobatan. Apa saja gejala sakit maag dan cara mengatasinya?

Baca Juga: Apa Beda Gerd dan Maag? Ini Gejala dan Penyebabnya yang Perlu Diwaspadai

Penyebab sakit maag

Dilansir dari Mayo Clinic, penyebab gejala penyakit maag umumnya adalah peradangan pada lapisan lambung. Selain itu, cedera pada lapisan lambung juga menjadi salah satu penyebab gejala lambung. 

Nah, berikut ini sederet penyebab sakit maag:

1. Infeksi bakteri. 

Meskipun infeksi Helicobacter pylori adalah salah satu infeksi manusia yang paling umum di seluruh dunia. Hanya beberapa orang dengan infeksi bakteri tersebut yang mengalami maag atau gangguan pencernaan lainnya. 

Kerentanan infekso terhadap bakteri tersebut bisa disebabgkan oleh genetif maupun gaya hidup seperti merokok dan pola makan.  

Baca Juga: 7 Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin C, Salah Satunya Berat Badan Naik

2. Penggunaan obat pereda nyeri secara teratur

Pereda nyeri yang biasa disebut sebagai obat antiinflamasi nonsteroid dapat menyebabkan maag akut dan maag kronis. 

Konsumsi obat pereda nyeri ini secara teratur atau terlalu banyak dapat mengurangi zat utama yang membantu menjaga lapisan pelindung perut. 

Baca Juga: 11 Jus Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Mudah Didapat

3. Usia tua

Gejala sakit maag juga berisiko lebih tinggi muncul saat usia tua. Sebab, seiring bertambahnya usia dapat membuat lapisan perut cenderung menipis. 

Selain itu, karena orang dewasa yang lebih tua lebih mungkin mengalami infeksi H. pylori atau gangguan autoimun lebih tinggi daripada orang yang lebih muda.

Baca Juga: 4 Waktu Ideal untuk Makan Buah-Buahan

4. Minum alkohol

Gejala sakit maag juga rentan menyerang mereka yang mengonsumsi minuman beralkohol. Alkohol dapat mengiritasi dan mengikis lapisan perut, yang membuat perut lebih rentan terhadap cairan pencernaan. 

Penggunaan alkohol yang berlebihan lebih mungkin menyebabkan maag akut.

Baca Juga: 4 Waktu Ideal untuk Makan Buah-Buahan

5. Stres

Stres berat akibat operasi besar, cedera, luka bakar atau infeksi berat dapat menyebabkan gejala sakit maag akut.

6. Pengobatan kanker

Obat kemoterapi atau pengobatan radiasi dapat meningkatkan risiko gejala sakit maag. 

Baca Juga: Catat, Ini 5 Cara Mencegah Asam Lambung Kambuh saat Tidur

7. Sel tubuh

Saat sel tubuh menyerang sel-sel tubuh di perut maka hal itu disebut gastritis autoimun. Jenis maag ini terjadi ketika sel tubuh menyerang sel-sel yang membentuk lapisan dalam perut. 

Gastritis autoimun lebih sering terjadi pada orang dengan gangguan autoimun lainnya. Termasuk penyakit Hashimoto dan diabetes tipe 1. Gastritis autoimun juga dapat dikaitkan dengan kekurangan vitamin B-12.

Baca Juga: 5 Makanan Penyebab Otot Sulit Terbentuk, Ada yang Banyak Orang Suka

8. Penyakit dan kondisi lainnya 

Gejala sakit maag dapat dikaitkan dengan kondisi medis lainnya, termasuk HIV/AIDS, penyakit Crohn, penyakit celiac, sarkoidosis, dan infeksi parasit.

Baca Juga: 5 Buah yang Harus Dihindari Penderita Asam Lambung saat Puasa Rajab

Gejala maag

Sedangkan gejala maag dapat ditandai dengan: 

  • Nyeri di ulu hati 
  • Mual 
  • Muntah 
  • Perut kembung 
  • Mudah merasa kenyang 
  • Sendawa terus-menerus
Baca Juga: Bikin Maag, Ini Dampak Buruk Konsumsi Vitamin C Berlebihan

Kapan harus ke dokter?

Hampir setiap orang pernah mengalami gangguan pencernaan dan iritasi lambung. Sebagian besar kasus gangguan pencernaan hanya berlangsung singkat dan tidak memerlukan perawatan medis. 

Temui dokter apabila Anda memiliki tanda dan gejala sakit maag selama seminggu atau lebih. Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami sakit parah, muntah atau pusing. 

Beri tahu dokter jika perut terasa tidak nyaman setelah mengonsumsi obat resep, terutama aspirin atau pereda nyeri lainnya. Jika Anda muntah darah, tinja berdarah, atau tinja berwarna hitam, segera temui dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Baca Juga: Tekanan Darah Tinggi Ambles, Ini Manfaat Jantung Pisang untuk Kesehatan

Jika tidak diobati, maag dapat menyebabkan tukak lambung dan pendarahan lambung. Meski jarang, beberapa maag kronis dapat meningkatkan risiko kanker lambung. 

Terutama jika tubuh mengalami penipisan lapisan lambung yang luas dan perubahan sel-sel lapisan tersebut. Beri tahu dokter jika tanda dan gejala Anda tidak membaik meskipun sudah diobati untuk gastritis.

Itulah sederet gejala sakit maag yang perlu Anda ketahui. Jadi suda tahu apa saja gejala sakit maag dan cara mengatasinya?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News