KONTAN.CO.ID - Simak cara menjadi
caregiver lansia atau Pramurukti di luar negeri. Profesi ini tengah menjadi pembicaraan di media sosial terkait banyaknya peluang untuk bekerja di luar Indonesia. Profesi
caregiver atau pramurukti semakin dibutuhkan secara global karena adanya perubahan demografi, lonjakan populasi lansia, serta minimnya tenaga perawat lokal di banyak negara maju. Berikut ini beberapa alasan utama mengapa kebutuhan akan pramurukti meningkat pesat.
Baca Juga:
Apa Itu Profesi Pramurukti? Ini Arti, Tugas, hingga Sertifikasi Caregiver Lansia Mengapa Pramurukti Semakin Dibutuhkan?
Melansir dari Riset
Papa Gal, permintaan terhadap asisten kesehatan rumah, asisten perawatan pribadi, dan pendamping lansia diperkirakan akan meningkat sebesar 33% dalam 5 tahun ke depan untuk wilayah Amerika Serikat. Pada tahun 2030, industri yang terus berkembang ini akan menambah 1,1 juta lapangan kerja baru karena meningkatnya permintaan. Setiap tahun, sekitar 599.800 lowongan pekerjaan
caregiver akan tersedia. Banyak dari lowongan tersebut muncul karena pekerja saat ini memasuki masa pensiun. Baca Juga:
Jemaah Lansia Umrah dan Haji Meningkat, Sebelum Ibadah Konsultasi ke Tenaga Medis 1. Populasi Lansia Meningkat Banyak negara, terutama negara maju, mengalami penuaan populasi. Misalnya, Jepang memiliki lebih dari 29% penduduk berusia di atas 65 tahun. 2. Angka Kelahiran Rendah Negara seperti Jepang, Jerman, dan Korea Selatan memiliki angka kelahiran yang rendah, sehingga kekurangan tenaga kerja muda untuk mengurus lansia. 3. Kurangnya Tenaga Lokal di Bidang Perawatan Banyak warga lokal enggan bekerja sebagai
caregiver karena dianggap pekerjaan berat dengan gaji relatif kecil. Hal ini membuka peluang bagi tenaga kerja migran. 4. Lonjakan Penyakit Kronis & Gaya Hidup Modern Dengan meningkatnya angka penyakit kronis seperti demensia dan Alzheimer, kebutuhan perawatan jangka panjang meningkat. 5. Dukungan Pemerintah untuk Tenaga Asing Beberapa negara telah membuka jalur imigrasi khusus bagi
caregiver asing sebagai solusi jangka panjang. Baca Juga:
6 Bansos Ini Cair pada Mei 2025, Begini Cara Daftarnya Cara menjadi Caregiver resmi
Untuk menjadi
caregiver di luar negeri bagi Warga Negara Indonesia (WNI) adalah peluang kerja yang terus meningkat, terutama karena banyak negara maju menghadapi populasi menua dan kekurangan tenaga perawat lansia. Namun, prosesnya tidak bisa instan dan memerlukan beberapa tahapan resmi. Berikut penjelasan lengkapnya dirangkum dari laman
Kementerian Ketenagakerjaan RI. 1. Penuhi Syarat Dasar
- Usia minimal: biasanya 18–45 tahun (tergantung negara tujuan)
- Pendidikan: minimal SMA atau setara (beberapa negara bisa menerima SMP, tapi terbatas)
- Kemampuan bahasa asing: tergantung negara (contoh: Jepang mensyaratkan Bahasa Jepang level N4/N3)
- Kondisi fisik dan mental sehat
2. Ikut Pelatihan
Caregiver Pelatihan bisa dilakukan di Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah atau lembaga swasta Pelatikan Kerja yang terakreditasi. Materi pelatihan meliputi:
- Perawatan lansia
- Bantuan kegiatan harian (makan, mandi, berpakaian)
- Pertolongan pertama
- Etika kerja di luar negeri
- Bahasa negara tujuan (Jepang, Jerman, Inggris, dll.)
Baca Juga:
Syarat Vasektomi untuk Penerima Bansos, Ini Kata Cak Imin 3. Sertifikasi & Kompetensi Setelah pelatihan, peserta akan diuji untuk mendapatkan sertifikat kompetensi
caregiver, sering disebut juga sebagai SKTTKLN (Surat Keterangan Terdaftar Tenaga Kerja Luar Negeri). Untuk Jepang, misalnya, WNI bisa ikut program Gino Jisshu (magang teknis) atau Specified Skilled Worker (SSW). 4. Daftar Melalui Jalur Resmi WNI wajib mendaftar melalui:
- BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia)
- Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta (PPTKIS) resmi.
- Karir Hub Kemnaker RI.
Pastikan Anda berhati-hati terkait calo atau penyalur ilegal karena berisiko tinggi eksploitasi dan perdagangan manusia. Itulah panduan untuk menjadi
caregiver Lansia atau pramurukti di luar negeri dengan benar. Tonton:
Investor Asing Kembali Masuk Ke Indonesia Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News