JAKARTA. Para pengembang (developer) yang memiliki pusat perbelanjaan atau mal tengah merias diri untuk menarik pengunjung di momen Natal dan Tahun Baru, karena semakin banyak pengunjung maka semakin besar permintaan penyewaan gerai disebut tenant. Ujungnya, peningkatan penyewaan gerai akan mengerek pendapatan berulang atau recurring income bagi developer. "Misalnya, tingkat hunian atau okupansi di mal Bintaro Xchange sudah mencapai 96%," kata Arum Prasasti, Sekretaris Perusahaan PT Jaya Real Property Tbk (JRPT), kepada KONTAN, Senin (30/11). Alasan tingkat okupansi yang tinggi ini membuat Grup Jaya terus melanjutkan proyek perluasan mal Bintaro Xchange hingga memiliki luas lahan 300.000 meter persegi (m2). Arum menambahkan, pihaknya akan mengembangkan Bintaro Xchange menjadi empat tahap selama 10 tahun ke depan.
Cara pengembang mal menarik tenant
JAKARTA. Para pengembang (developer) yang memiliki pusat perbelanjaan atau mal tengah merias diri untuk menarik pengunjung di momen Natal dan Tahun Baru, karena semakin banyak pengunjung maka semakin besar permintaan penyewaan gerai disebut tenant. Ujungnya, peningkatan penyewaan gerai akan mengerek pendapatan berulang atau recurring income bagi developer. "Misalnya, tingkat hunian atau okupansi di mal Bintaro Xchange sudah mencapai 96%," kata Arum Prasasti, Sekretaris Perusahaan PT Jaya Real Property Tbk (JRPT), kepada KONTAN, Senin (30/11). Alasan tingkat okupansi yang tinggi ini membuat Grup Jaya terus melanjutkan proyek perluasan mal Bintaro Xchange hingga memiliki luas lahan 300.000 meter persegi (m2). Arum menambahkan, pihaknya akan mengembangkan Bintaro Xchange menjadi empat tahap selama 10 tahun ke depan.