Cara tangani mimisan yang tepat



JAKARTA. Mimisan adalah sesuatu yang umum terjadi pada anak-anak berusia 3 sampai 10 tahun.

Sebagian besar kasus mimisan disebabkan oleh trauma di hidung atau udara terlalu kering.

Mimisan bisa tampak menakutkan bagi orang tua, tetapi jarang menyebabkan efek kesehatan yang serius.


Kebanyakan mimisan akan berhenti dengan sendirinya dan dapat dengan mudah diatasi di rumah.

Menurut Kidshealth.org, inilah langkah yang bisa dilakukan orang tua ketika anak mimisan, dan sebelumnya tidak ada gangguan kesehatan serius yang mendahului:

1. Tetap tenang dan minta anak untuk tenang juga.

2. Dudukkan anak di kursi atau di pangkuan dengan posisi tegak. Miringkan kepalanya sedikit ke depan.

3. Jangan biarkan anak bersandar, karena dapat menyebabkan darah  mengalir ke bagian belakang tenggorokan, sehingga menyebabkan tersedak, batuk, atau muntah.

4. Pencet bagian cuping hidung selama 10 menit. Jika Anda memencetnya terlalu sebentar, mungkin perdarahan akan mulai lagi.

Anda sebaiknya ke dokter jika anak:

1. Sering mimisan.

2. Memasukkan sesuatu ke hidungnya dan Anda tidak bisa mengeluarkannya.

3. Ada pendarahan dari tempat lain seperti gusi.

4. Anda curiga mimisan karena efek samping obat atau terjadi setelah minum obat tertentu.

5. Darah yang keluar sangat banyak, sehingga anak lemas atau pusing.

6. Mimisan terjadi setelah kepala anak terbentur sangat keras.

7. Pendarahan tidak juga berhenti setelah Anda menekan hidungnya selama 10 menit.

Penyebab lain mimisan

Jenis yang paling umum dari mimisan adalah mimisan anterior, yang berasal dari bagian depan hidung.

Kapiler, atau pembuluh darah yang sangat kecil, di dalam hidung bisa pecah dan berdarah, menyebabkan mimisan.

Sedangkan, mimisan posterior berasal dari bagian terdalam dari hidung.

Darah mengalir ke bagian belakang tenggorokan, bahkan jika orang tersebut duduk atau berdiri tegak.

Tapi, anak jarang mengalami mimisan posterior.

Mimisan jenis ini  lebih sering terjadi pada orang  tua, penderita tekanan darah tinggi, dan mereka yang mengalami cedera di bagian dalam hidung atau wajahnya.

Alergi juga dapat menyebabkan mimisan, ketika anak mengonsumsi obat seperti antihistamin atau dekongestan.

Pada beberapa orang, obat ini dapat mengeringkan selaput lendir di hidung, sehingga menyebabkan pendarahan minor.

Jika anak Anda mengalami mimisan lebih dari sekali dalam seminggu, segera bawa ke dokter.

Kadang-kadang, pembuluh darah kecil di dalam hidung teriritasi sehingga berdarah.

Ini sering terjadi pada anak yang sedang sakit pilek atau alergi dan biasanya dokter akan dapat mengatasinya dengan segera.

Jika mimisan terjadi bukan karena infeksi sinus, alergi, iritasi pembuluh darah di hidung, dokter akan melakukan evaluasi lanjutan untuk mencari kemungkinan penyebabnya.

Mencegah mimisan

Mimisan pada anak kerap terjadi, karena cedera ringan dan udara panas yang terlalu kering.

Orangtua bisa mencegah terjadinya mimisan dengan cara:

1. Pastikan kuku anak dipotong pendek untuk menghindari luka saat dia memasukkan jarinya ke dalam hidung.

2. Di udara kering dan panas, jaga kelembapan hidung anak dengan cairan saline (cairan garam)  atau salep khusus yang bisa Anda tanyakan ke apotik atau dokter.

3. Pasang pemurni udara untuk menjaga agar jamur tidak berkembang biak di dalam ruangan.

4. Pastikan anak Anda memakai alat pelindung yang memadai ketika berolahraga atau melakukan aktivitas yang rentan benturan.

(Lily Turangan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto