Cari likuiditas, BTN rilis obligasi Rp 3 triliun



JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap II senilai Rp 3 triliun pada Selasa (30/8). Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), bank pelat merah ini merilis dua seri surat utang.

Obligasi Seri A sejumlah Rp 1,34 triliun. Seri bertenor tiga tahun ini mematok bunga 8,2%. Obligasi seri A akan jatuh tempo pada 30 Agustus 2019.

Lalu, Seri B dengan nilai emisi sebesar Rp 1,65 triliun dengan tingkat bunga sebesar 8,75% per tahun. Obligasi bertenor lima tahun ini akan jatuh tempo pada 30 Agustus 2021.


Kedua seri obligasi akan membayarkan bunga setiap tiga bulan, dengan periode pembayaran bunga perdana pada 30 November 2016. Wali amanat penerbitan obligasi ini adalah Bank Mega. Berdasarkan hasil pemeringkatan Pefindo, obligasi BTN mengantongi rating idAA+.

Direktur Keuangan dan Treasury BTN Iman Nugroho Soeko mengatakan, penerbitan surat berharga merupakan upaya BTN untuk memenuhi likudiitas dan ketentuan rasio kredit terhadap likuiditas alias loan to funding ratio (LFR) yang ditetapkan regulator.

Selain menerbitkan obligasi, untuk mencapai ketentuan likuiditas, bank berkode saham BBTN ini juga memperbanyak dana pihak ketiga (DPK) terutama dana murah alias CASA. “Akhir tahun ini, diharapkan LFR bisa sesuai dengan ketentuan BI yaitu maksimal di angka 90%,” ujar Iman, Selasa (30/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini