Cari Tahu Tentang Matahari, Benda Langit yang Menjadi Pusat Tata Surya



KONTAN.CO.ID - Cari tahu tentang Matahari, benda langit yang menjadi pusat Tata Surya. Fakta menarik tentang Matahari lainnya juga bakal dibahas dalam artikel menarik kali ini, yuk, simak selengkapnya di sini.

Benda langit atau yang juga dikenal sebagai objek astronomi adalah bojek fisik atau struktur yang ada di alam semesta teramati. Dalam hal ini, Matahari adalah benda langit yang berperan penting dalam Tata Surya.

Asal Anda tahu, Matahari juga merupakan bintang karena dapat memancarkan cahanya sendiri. Meskipun memang, ukurannya jauh lebih besar dari kebanyakan bintang yang umum terlihat di atas langit malam.


Mau tahu fakta menarik lainnya tentang Matahari? Yuk, cari tahu selengkapnya tentan benda langit yang satu ini.

Baca Juga: Ada Aurora di Jupiter, Begini Potret Terbaru Planet Terbesar di Tata Surya

Tentang Matahari

Matahari adalah bintang di pusat Tata Surya. Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet.

Dikutip dari laman resmi NASA Science, Matahari adalah objek terbesar di Tata Surya kita. Berusia sekitar 4,5 miliar tahun, bola raksasa hidrogen dan helium yang bersinar panas di Tata Surya.

Bagian terpanas Matahari adalah intinya, di mana suhu mencapai 15 juta derajat Celcius. Aktivitas Matahari, dari letusannya yang kuat hingga aliran partikel bermuatan yang dipancarkannya, ini mempengaruhi alam ruang seluruh Tata Surya.

Masih dari sumber yang sama, NASA membagikan informasi menarik terkait 10 hal yang harus diketahui tentang Matahari. Mau tahu? Simak selengkapnya di bawah ini.

10 Hal yang harus diketahui tentang Matahari:

1. Terbesar

Matahari sekitar 100 kali lebih besar dari Bumi dan sekitar 10 kali lebih besar dari Jupiter. Ini tentu saja membuat Matahari mendapatkan titel sebagai benda langit terbesar di Tata Surya.

2. Atraksi Bintang

Matahari adalah bintang yang menjadi pusat Tata Surya. Gravitasinya menyatukan Tata Surya dengan benda langit lainnya yang berputar mengitari bintang tersebut.

Segala sesuatu di Tata Surya berputar di sekitarnya, termasuk planet, asteroid, komet dan serpihan kecil luar angkasa.

3. Hari di Matahari

Mengukur hari di Matahari terbilang rumit karena cara berputarnya. Matahari tidak berputar sebagai satu bola padat.

Hal tersebut karena permukaan Matahari tidak padat seperti Bumi. Sebaliknya, Matahari terbuat dari gas super panas bermuatan listrik yang disebut plasma.

Plasma ini berputar dengan kecepatan berbeda di berbagai bagian Matahari. Di ekuatornya, Matahari menyelesaikan satu putaran dalam 25 hari Bumi.

Di kutubnya, Matahari berputar satu kali pada porosnya setiap 36 hari Bumi.

Baca Juga: Mengapa Bintang Terlihat Berkelap-kelip di Atas Langit Malam? Ini Penjelasannya

4. Bagian yang terlihat dari Bumi

Bagian Matahari yang kita lihat dari Bumi adalah bagian yang disebut sebagai permukaan, yakni fotosfer. Seperti yang dikatakan sebelumnya, Matahari tidak memiliki permukaan plasma karena benda langit tersebut adalah bola plasma.

5. Suasana yang dinamis

Di atas permukaan Matahari terdapat kromosfer tipis dan korona besar atau mahkota. Di sinilah kita dapat melihat fitur seperti penonjolan Matahari, suar, dan lontaran massa koronal. 

Dua yang terakhir ini adalah ledakan energi dan partikel raksasa yang bisa mencapai Bumi.

6. Tanpa Bulan

Matahari tidak memiliki Bulan, tetapi diorbit oleh delapan planet, setidaknya lima planet kerdil, puluhan ribua asteroid, dan mungkin tiga triliun komet dan benda es.

7. Bintang yang diamati

Beberapa pesawat ruang angkasa saat ini sedang menyelidiki Matahari termasuk Parker Solar Probe, STEREOSOLAR Orbiter, SOHO, Solar Dynamics Observatory, Hinode, IRIS, dan Wind.

8. Debu Matahari

matahari akan dikelilingi oleh piringan gas dan debu di awal sejarahnya ketika Tata Surya pertama kali terbentuk 4,6 miliar tahun yang lalu.

Sebagian dari debu itu masih ada sampai sekarang, di beberapa cincin debu yang mengelilingi Matahari. Mereka melacarak orbit planet, yang gravitasinya menarik debu ke tempatnya di sekitar Matahari.

9. Sumber kehidupan

Tidak ada yang bisa hidup di Matahari, tetapi energinya yang sangat besar begitu penting bagi sebagian besar kehidupan di Bumi.

10. Suhu Matahari

Suhu di inti Matahari adalah sekitar 15 juta derajat Celcius, itu cukup panas untuk mempertahankan fusi nuklir. Ini juga menciptakan tekanan luar yang mendukung massa raksasa bitnang, menjaganya agar tidak runtuh.

Itulah sederet pembahasan menarik tentang Matahari, benda langit yang menjadi pusat Tata Surya dan sekaligus merupakan Bintang sekaligus objek terbesar juga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News