Carrick Debut: Guardiola Bingung Taktik United, Pilih Fokus ke Manchester City



KONTAN.CO.ID - Pelatih Manchester City Pep Guardiola mengaku memilih fokus pada timnya sendiri jelang derby Manchester melawan Manchester United, karena belum mengetahui secara pasti seperti apa gaya permainan Setan Merah di bawah pelatih baru Michael Carrick.

Carrick akan menjalani debutnya di laga derby sebagai pelatih interim Manchester United di Old Trafford pada Sabtu (17/1/2026), setelah ditunjuk menangani tim hingga akhir musim menyusul pemecatan Ruben Amorim.

Baca Juga: Carrick Tak Gubris Suara Miring, Siap Pimpin Manchester United Hadapi City


Manchester United tengah berada dalam performa kurang meyakinkan. Mereka belum meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir di semua kompetisi dan kini menempati peringkat ketujuh klasemen Liga Inggris.

Sementara itu, Manchester City berada di posisi kedua, tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen Arsenal. Pada pertemuan pertama musim ini pada September lalu, City menang telak 3-0 atas United.

Meski demikian, Guardiola tetap berhati-hati menghadapi rival sekotanya yang kini ditangani Carrick. Minimnya referensi membuat Guardiola enggan berspekulasi terlalu jauh.

“Jika Anda tidak memiliki banyak informasi tentang lawan, maka fokuslah pada diri sendiri dan para pemain,” ujar Guardiola, Jumat (16/1/2026).

“Anda mungkin punya gambaran dari apa yang dilakukan Middlesbrough atau saat Michael menjadi caretaker di Manchester United. Tapi taktik sangat bergantung pada pemain, dan pemain United sekarang berbeda dengan pemain Middlesbrough,” tambahnya.

Baca Juga: Bowman: Pasar Tenaga Kerja AS Rapuh, The Fed Perlu Siap Pangkas Suku Bunga Lagi

Menurut Guardiola, dalam kondisi seperti ini, pendekatan terbaik adalah memastikan timnya tampil optimal.

“Ketika Anda tidak punya cukup informasi, lebih baik fokus pada diri sendiri,” katanya.

Sejak Manchester City menunjuk Guardiola sebagai pelatih pada Juli 2016, Manchester United telah berganti sembilan pelatih, termasuk pelatih interim dan caretaker. Perbedaan stabilitas tersebut kontras dengan prestasi di lapangan.

“Semua soal hasil. Jika Anda tidak menang, Anda akan dipecat. Jika kami tidak menang, saya juga akan dipecat,” ujar Guardiola.

“Kami menang banyak trofi, itulah alasan saya masih duduk di sini. Tidak ada rahasia lain,” tambahnya.

Di bawah asuhan Guardiola, Manchester City meraih enam gelar Liga Inggris, dua Piala FA, serta satu trofi Liga Champions.

Baca Juga: Protes di Iran Mereda Usai Tindakan Keras Aparat, Warga & Kelompok HAM Angkat Bicara

Namun, ia mengakui sempat menjalani musim yang sulit pada musim lalu, ketika City hanya finis di peringkat ketiga, tertinggal jauh dari juara Liverpool.

“Di klub lain, setelah musim lalu mungkin saya sudah tidak ada di sini. Tapi mereka lebih sabar, mungkin karena apa yang sudah kami lakukan di masa lalu. Kami menjalani tiga bulan yang sangat buruk, tetapi masa lalu kami sangat baik, itu sebabnya saya masih di sini,” ujar Guardiola.

Tantangan besar Guardiola saat ini adalah krisis pemain di lini belakang akibat cedera.

“Tanpa John (Stones), Ruben (Dias), dan Josko (Gvardiol), kami berada dalam situasi sulit, bukan hanya untuk satu pertandingan, tapi dalam periode yang panjang. Ruben akan segera kembali, Josko belum, John mudah-mudahan, kita lihat nanti,” kata Guardiola.

Guardiola juga menolak berkomentar soal rumor ketertarikan Manchester City terhadap bek Crystal Palace Marc Guehi. Namun, pelatih Palace Oliver Glasner mengonfirmasi bahwa bek tengah tersebut hampir dipastikan akan meninggalkan klub, meski tidak menyebutkan tujuan klub barunya.

Selanjutnya: Carrick Tak Gubris Suara Miring, Siap Pimpin Manchester United Hadapi City

Menarik Dibaca: Libur Panjang Isra Mikraj, 564.272 Tiket Kereta Telah Terjual