KONTAN.CO.ID - Michael Carrick memilih menutup telinga dari berbagai komentar dan tekanan publik jelang memulai tugasnya untuk kali kedua sebagai pelatih interim Manchester United. Carrick akan langsung diuji dalam laga besar derby Manchester melawan Manchester City. Mantan gelandang yang meraih lima gelar Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions bersama Manchester United itu kembali ke Old Trafford di tengah situasi klub yang sedang terpuruk dan jauh dari kejayaan masa lalu.
Baca Juga: Bowman: Pasar Tenaga Kerja AS Rapuh, The Fed Perlu Siap Pangkas Suku Bunga Lagi Carrick dipercaya menangani tim hingga akhir musim. Penunjukannya memicu perdebatan di kalangan pengamat dan mantan pemain, namun Carrick menegaskan fokus utamanya hanyalah memperbaiki performa tim dan menyelamatkan musim. Sejumlah legenda klub turut menyampaikan pandangan kritis. Gary Neville menilai Carrick tidak layak dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang, sementara Roy Keane mendesak manajemen United merekrut “yang terbaik dari yang terbaik”. Namun Carrick menegaskan bahwa opini tersebut tidak memengaruhi pekerjaannya. “Mereka tidak menambah tekanan bagi saya. Saya tidak merasakannya. Ada banyak pendapat di luar sana, sebagian positif, sebagian tidak,” ujar Carrick kepada wartawan, Jumat (16/1/2026). “Itu tidak relevan dengan fokus saya. Saya tahu apa yang ingin kami perbaiki dan bagaimana cara bekerja dengan para pemain. Ada banyak hal yang bisa dikatakan orang, itu sudah biasa. Saya tidak akan terlalu memerhatikan itu,” tambahnya.
Baca Juga: Gedung Putih Redam Isu Penyelidikan Ketua The Fed Jerome Powell Carrick sebelumnya sempat menjadi pelatih caretaker Manchester United selama 12 hari pada akhir 2021 usai pemecatan Ole Gunnar Solskjaer. Saat itu, ia mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam tiga pertandingan, termasuk kemenangan 3-2 atas Arsenal. Kali ini, Carrick memiliki waktu lebih panjang untuk menerapkan ide-idenya. Namun, tantangan berat langsung menanti karena dua laga awalnya adalah melawan Manchester City dan pemuncak klasemen Liga Inggris, Arsenal. Kekalahan dari Brighton & Hove Albion di ajang Piala FA akhir pekan lalu membuat United kini hanya bisa fokus di Liga Inggris. Target utama tim adalah kembali finis di zona kompetisi Eropa. Saat ini, Manchester United berada di peringkat ketujuh klasemen, dengan hanya satu kemenangan dalam enam laga terakhir Liga Inggris. Meski begitu, mereka hanya terpaut tiga poin dari posisi keempat yang ditempati Liverpool. “Kami ingin berada di papan atas. Tapi kami harus melangkah sedikit demi sedikit. Bermain di kompetisi Eropa akan menjadi satu langkah ke arah sana,” kata Carrick.
Baca Juga: Meta Pangkas Ribuan Karyawan Reality Labs Usai Tekor US$ 73 Miliar “Saya sangat ingin sukses. Ini pekerjaan besar dan penting. Membantu pemain berkembang secara individu adalah bagian besar dari apa yang saya nikmati. Jika individu berkembang, tim akan menjadi lebih baik dan hasil akan mengikuti,” ujarnya. Kedatangan Carrick juga mendapat sambutan positif dari bek Manchester United, Harry Maguire. Ia menyebut Carrick sebagai pelatih yang luar biasa saat masih menjadi asisten Solskjaer.
“Dia punya ide-ide hebat, cara berbicara yang sangat baik, dan secara taktik sangat bagus,” ujar Maguire kepada situs resmi klub. “Kami sudah menjalani beberapa sesi latihan. Dia membawa energi dan ide-ide baru tanpa terlalu membebani kami secara taktik untuk saat ini. Dia ingin menghidupkan kembali energi di dalam tim, dan itu sangat penting.”