Catat Kenaikan Kontribusi, Hartadinata (HRTA) Bidik Pasar Ekspor Baru Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten emas dan perhiasan, PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) menyatakan bahwa kenaikan harga emas yang terjadi, sedikit berimbas pada kinerjanya. 

Presiden Direktur HRTA Sandra Sunanto menjelaskan efek yang terjadi hanya jangka pendek dan masyarakat masih mempercayai emas sebagai safe heaven.

"Ada imbas namun tidak signifikan, orang-orang tetap kembali pada emas dan emas masih menjadi safe heaven. Penjualan emas hingga saat ini juga masih sangat bagus," tuturnya pada paparan publik yang berlangsung virtual, Rabu (24/4).


Sebagaimana diketahui harga emas sempat melonjak seiring dengan ketegangan politik yang terjadi di Timur Tengah. Namun demikian, harga emas perlahan kembali stabil hingga saat ini. 

Baca Juga: Gelar RUPST, Hartadinata (HRTA) Sepakat Bagi Dividen Rp 15 Per Saham

Lebih lanjut, HRTA menjelaskan tahun ini merencanakan untuk meluaskan pasar ekspor selain India. Sandra mengatakan, India memang menjadi pasar yang sangat luas namun pihaknya juga membidik untuk memasuki Thailand, Vietnam, hingga SIngapura. Tak hanya itu, HRTA juga membidik ingin memasuki pasar ekspor Amerika Serikat dan Eropa. 

"Kami meliht dulu bagaimana karakteristik perhiasan yang ada di sana, sebab tentu berbeda dengan apa yang menjadi karakteristik perhiasan di India," imbuhnya. 

Tahun ini, HRTA menargetkan pendapatan dari sisi ekspor bisa meningkat 23% dibandingkan dengan pendapatan di 2023. Pada 2023, pendapatan ekspor mencatat kontribusi sebesar 33,26% terhadap total pendapatan yang dicatat di angka Rp 12,8 triliun. Pencapaian ini naik 85,8% dari tahun 2022 sebesar Rp 6,9 triliun. 

Hartadinata Abadi di tahun 2023 juga berhasil membukukan kenaikan laba bersih naik 20,6% dari Rp 254 miliar di 2022 menjadi Rp 306 miliar dan mencatatkan laba kotor (gross profit) mencapai Rp 947 miliar, naik 27,5% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 743 miliar. 

Kemudian pendapatan operasional (operating income) mencapai Rp 699 miliar, naik 27% dari Rp 549 miliar. Perseroan juga mencatat kenaikan EBITDA sebesar 28% menjadi Rp 729 miliar di tahun 2023.

"Tahun 2024 ini, Hartdinata menargetkan pendapatan naik sebesar 48% atau di angka Rp 18,9 triliun dan laba bersih diharapkan meningkat 39,34% atau senilai Rp 425 miliar," ujar dia. 

Baca Juga: Begini Strategi Mulia Boga Raya (KEJU) Maksimalkan Kinerja pada 2024

Mengenai capex, HRTA tahun ini menyiapkan alokasi dana sebesar Rp 70 miliar yang sebagian besar akan digunakan untuk machinery dan perlengkapan dan sisanya digunakan untuk melakukan pembaharuan bangunan kantor Hartadinata. 

Saat ini HRTA memiliki total 91 toko yang terdiri dari 28 toko yang fokus pada segmen menengah ke bawah dan tersebar di area Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Lampung, Batam, dan Sulawesi Selatan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi