KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja berbagai jenis reksadana pada Januari 2026 terbilang beragam. Berdasarkan data Infovesta, reksadana pasar uang mencetak kinerja tertinggi yakni 0,42%, diikuti reksadana campuran 0,17%. Sementara reksadana pendapatan tetap mencatat kinerja -0,09% dan reksadana saham -0,50%. Direktur PT Bahana TCW Investment Management, Danica Adhitama mengatakan, outlook ekonomi Indonesia tahun 2026 terlihat optimistis meski diwarnai ketidakpastian global. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,4% hingga bahkan 6%, didorong oleh penguatan konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar produk domestik bruto (PDB), stabilitas makroekonomi, dan inflasi yang ditargetkan di bawah 3,5%. Dari sisi moneter, sepanjang tahun 2026, penurunan suku bunga dinilai masih terbuka meski akan cukup terbatas dibanding tahun 2025. Tren suku bunga memang menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Di tengah ketegangan geopolitik global yang meningkat, Bank Indonesia diprediksi akan fokus pada menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Catat Kinerja Beragam, Ini Jenis Reksadana Yang Menarik Dicermati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja berbagai jenis reksadana pada Januari 2026 terbilang beragam. Berdasarkan data Infovesta, reksadana pasar uang mencetak kinerja tertinggi yakni 0,42%, diikuti reksadana campuran 0,17%. Sementara reksadana pendapatan tetap mencatat kinerja -0,09% dan reksadana saham -0,50%. Direktur PT Bahana TCW Investment Management, Danica Adhitama mengatakan, outlook ekonomi Indonesia tahun 2026 terlihat optimistis meski diwarnai ketidakpastian global. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,4% hingga bahkan 6%, didorong oleh penguatan konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar produk domestik bruto (PDB), stabilitas makroekonomi, dan inflasi yang ditargetkan di bawah 3,5%. Dari sisi moneter, sepanjang tahun 2026, penurunan suku bunga dinilai masih terbuka meski akan cukup terbatas dibanding tahun 2025. Tren suku bunga memang menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Di tengah ketegangan geopolitik global yang meningkat, Bank Indonesia diprediksi akan fokus pada menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.