Catat Kinerja Positif, Begini Rekomendasi Saham Sumber Alfaria Trijaya (AMRT)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatatkan kinerja positif hingga akhir September 2022. Samuel Sekuritas memperkirakan kinerja AMRT akan tetap kuat hingga tahun depan.

Analis Samuel Sekuritas Pebe Peresia mengatakan, meskipun secara kuartalan pendapatan kuartal ketiga AMRT turun 2,9% secara kuartalan, pihaknya menilai hal tersebut wajar terjadi. Ini mengingat pada umumnya kuartal kedua merupakan periode dengan penjualan tertinggi didukung oleh momen Lebaran.

Secara akumulasi hingga akhir September 2022 kinerja AMRT masih sejalan dengan proyeksi Samuel Sekuritas dengan pertumbuhan pendapatan 14,2% YoY dan kenaikan angka SSSG 9,5% YoY. Kinerja positif tersebut didorong oleh kenaikan penjualan segmen makanan yang tumbuh 16,9% YoY dan penjualan segmen non-makanan yang tumbuh 8,8% YoY.


Baca Juga: Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) Targetkan Buka 800 Gerai Baru pada Tahun 2023

AMRT juga berhasil mencatatkan pertumbuhan pada margin keuntungannya, baik marjin operasi yang naik 54bps YoY maupun margin laba bersih yang naik 68 bps secara tahunan. Salah satunya didorong oleh adanya penurunan rasio opex/sales menjadi 18,3% dari sebelumnya 19%.

"Pertumbuhan margin tersebut mendorong laba bersih hingga akhir kuartal ketiga menjadi Rp 1,8 triliun atau tumbuh 58,2% YoY, sejalan dengan ekspektasi kami sebesar 70,4% dari proyeksi 2022 dan 63,9% proyeksi konsensus," tulis Pebe dalam riset, Kamis (1/12).

Hingga akhir tahun, Pebe meyakini kinerja positif AMRT akan berlanjut. Dia memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih masing-masing mencapai 13,1% dan 27,5%, didorong antara lain oleh pembukaan gerai-gerai baru serta pertumbuhan penjualan online.

Baca Juga: Pandemi Mereda, Emiten Ritel Mencetak Pertumbuhan Laba

AMRT menargetkan untuk membuka 1.000 gerai baru di tahun ini. Di antara semua brand di bawah naungan AMRT, pihaknya memperkirakan pertumbuhan gerai terbanyak akan dicatatkan oleh Alfamart sekitar 87% dari total gerai dan Alfamidi sekitar 10% gerai.

Tidak hanya melalui pembukaan gerai secara fisik, AMRT juga terus mengembangkan strategi digitalnya melalui sejumlah platform. "Di antaranya adalah Alfagift yang menyasar B2C dan Aksesmu yang menyasar target UMKM, dengan perkiraan kontribusi penjualan online ke total pendapatan AMRT di 2022 mencapai 6%," ujar Pebe.

Pebe menilai, walaupun ada tantangan dari potensi kenaikan inflasi yang tinggi di tahun depan, pihaknya memperkirakan AMRT akan mampu mempertahankan pertumbuhan kinerjanya. Ini melihat dari sebelumnya, didukung oleh mayoritas produk yang dipasarkan AMRT adalah kebutuhan pokok.

Mempertimbangkan hal tersebut Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk AMRT dengan target harga Rp 3.250. Pada Kamis (1/12), harga AMRT ditutup melemah 4,85% ke Rp 2.940 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati