Catatkan kinerja apik di kuartal pertama, begini target Aneka Gas Industri (AGII)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) mencatatkan kinerja yang apik sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Penjualan bersih AGII di kuartal pertama meningkat 18,04% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp 642,70 miliar pada kuartal I 2021 dari semula Rp 544,43 miliar di kuartal pertama 2020.

Ini merupakan capaian pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang masa yang berhasil ditorehkan AGII. Secara kuartalan, pendapatan Aneka Gas naik 5,1% dibandingkan pada kuartal keempat 2020. Alhasil, laba tahun berjalan AGII ikut melesat menjadi Rp 49,36 miliar, naik 160,21% yoy dari realisasi laba bersih AGII di kuartal pertama tahun lalu sebesar Rp 18,97 miliar.

Direktur Utama AGII, Rachmat Harsono menyebut, tahun ini pihaknya melihat kontribusi segmen penjualan gas industri dan gas medis akan berimbang. Hal ini terlihat dari beberapa sektor seperti baja dan pabrik pemurnian (smelter) yang mulai pulih. Adapun per kuartal pertama 2021, segmen kesehatan dan medis menyumbang sekitar 28%-30% dari pendapatan AGII.


“Permintaan gas medis masih stabil. Mudah-mudahan Covid-19 tidak meningkat drastis seperti di negara lain, sehingga pasokan masih bisa terjamin,” terang Rachmat dalam webinar yang digelar Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Kamis (3/6). Saat ini, tingkat utilisasi AGII mencapai 65%.

Baca Juga: Aneka Gas Industri (AGII) jajaki peluang penyediaan gas untuk proyek smelter

Tahun ini, AGII memasang mode optimistis. Rachmat mengatakan, penjualan industri gas selalu mengacu pada pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) suatu negara.

Dus, tahun ini AGII menargetkan pendapatan bisa tumbuh 2 sampai 2,5 kali dari pertumbuhan PDB Indonesia, dengan target pertumbuhan laba bersih sebesar 7%-10%. “Misal PDB diproyeksi tumbuh 5%, maka pendapatan bisa tumbuh 10%-12,5%,” sambung Rachmat.

Pada Mei 2021, AGII melakukan ekspor gas medis ke India. Sedangkan pada di bulan ini AGII juga telah melakukan ekspor gas medis ke Maladewa untuk membantu negara tersebut mengatasi pandemi.

Baca Juga: Aneka Gas Industri (AGII) akan suplai gas untuk proyek smelter PT Timah

Rachmat mengatakan, ekspor ini dilakukan ketika suplai gas dalam negeri sudah mencukupi. Dirinya mengatakan, saat ini orientasi AGII adalah pasar domestik.

Melalui anak usahanya PT Samator Gas Industri (SGI), AGII juga telah menandatangani kontrak kerja sama berjangka waktu 12 tahun dengan PT Timah Tbk (TINS). Kerja sama ini dijalin dalam rangka pembangunan pabrik untuk menyediakan pasokan gas industri yang dibutuhkan dalam proyek pengembangan smelter timah berteknologi TSL Ausmelt Furnace di Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Rachmat mengatakan, ke depan pihaknya membuka peluang untuk bekerja sama dengan perusahaan pelat merah lainnya. Kerja sama dengan TINS ini sekaligus menandai adanya sinergi yang baik antara perusahaan swasta dan badan usaha milik Negara (BUMN).

Tahun ini, AGII menggelontorkan belanja modal atau capital expenditure senilai Rp 200 miliar–Rp 250 miliar. Rachmat bilang, capex ini merupakan capex untuk keperluan pemeliharaan (maintenance) dan capex rutin seperti untuk tangki pelanggan (customer) dan sebagainya, di luar pabrik yang diakuisisi oleh AGII pada bulan Maret 2021.

Baca Juga: Aneka Gas Industri (AGII) optimistis catatkan pertumbuhan kinerja di kuartal II

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati