KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Golden Energy Mines Tbk (
GEMS) mencatatkan kenaikan kinerja keuangan di tiga bulan pertama. Laporan keuangan interim perusahaan yang dirilis (27/6) menunjukkan, pendapatan perusahaan naik 55,56% secara tahunan atau
year-on-year (YoY) dari semula US$ 539,12 juta di kuartal I 2022 menjadi US$ 838,68 juta di kuartal I 2023. Sekretaris Perusahaan GEMS Sudin Sudiman mengatakan bahwa GEMS mencatatkan volume produksi 10,8 juta ton batubara dengan volume penjualan 11,3 juta ton.
Baca Juga: Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Bakal Genggam Langsung 2,84 Miliar Saham GEMS Target GEMS, volume produksi konsolidasi batubara perusahaan bisa mencapai 40 juta ton di sepanjang 2023. “Sejauh ini masih inline dengan target yang ditetapkan,” ujar Sudin kepada
Kontan.co.id, Minggu (2/7). Kenaikan pendapatan GEMS dibarengi oleh kenaikan pengeluaran pada sejumlah pos beban. Tercatat, beban pokok penjualan GEMS naik 47,94% YoY menjadi US$ 438,98 juta di kuartal I 2023. Sebelumnya, beban pokok penjualan GEMS hanya US$ 296,71 juta di kuartal I 2022.
Kenaikan pengeluaran juga misalnya dijumpai pada pos beban penjualan yang naik 48,75 YoY dari semula US$ 49,41 juta di kuartal I 2022 menjadi US$ 73,51 juta di kuartal I 2023, serta beban umum dan administrasi yang naik 98,76% YoY dari US$ 15,33 juta di kuartal I 2022 menjadi US$ 30,47 juta di kuartal I 2023. Setelah dikurangi pengeluaran di sejumlah beban, GEMS mengantongi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih US$ 229,06 juta di kuartal I 2023. Jumlah tersebut naik 71,64% dibanding realisasi kuartal I 2022 yang berjumlah US$ 133,44 juta.
Baca Juga: Golden Energy Mines (GEMS) Targetkan Produksi dan Penjualan Batubara Naik di 2023 Per 31 Maret 2023, Kas dan Setara Kas GEMS berada di posisi US$ 474,48 juta. Jumlah tersebut naik 43,95% dibanding posisi Kas dan Setara Kas Awal Tahun yang berjumlah US$ 329,59 juta. Sementara itu, total aset GEMS berjumlah US$ 1,38 miliar. Angka tersebut terdiri atas ekuitas US$ 790,71 juta dan liabilitas US$ 591,22 juta. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News Editor: Yudho Winarto