KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) bersiap menjalankan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Melalui aksi tersebut, CBRE berpotensi memperoleh dana hingga Rp 1,27 triliun yang akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja perseroan. Mengutip keterbukaan informasi yang dirilis Senin (31/8/2026), CBRE akan menerbitkan maksimal 11,79 miliar saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 72,22% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah pelaksanaan rights issue.
CBRE Konversi Utang Rp 858,55 Miliar
Salah satu bagian penting dalam rights issue CBRE adalah rencana konversi utang perseroan menjadi saham. CBRE akan melakukan konversi utang kepada PT Garuda Nusantara Mineral, PT Saga Investama Sedaya, Yafin Tandiono Tan, dan Hilong Shipping Holding Limited. Secara akumulatif, nilai utang yang akan dikonversi kepada empat pihak tersebut mencapai Rp 858,55 miliar. Nilai tersebut setara dengan US$ 48,50 juta, dengan menggunakan kurs Rp 17.703 per dolar Amerika Serikat (AS) sesuai dengan kesepakatan. Konversi utang tersebut menjadi bagian dari struktur pelaksanaan rights issue CBRE. Dengan skema ini, aksi penambahan modal tidak hanya ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan, tetapi juga mendukung penyelesaian kewajiban perseroan kepada para kreditur terkait. Setelah proses konversi utang dan dikurangi biaya-biaya yang timbul dari pelaksanaan aksi korporasi, seluruh dana bersih yang diperoleh CBRE akan digunakan sebagai modal kerja.CBRE Chart by TradingView