CCB Indonesia Kembali Raih Rating idAAA dari Pefindo dengan Prospek Stabil



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (CCB Indonesia) kembali mendapatkan peringkat tertinggi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Lembaga pemeringkat tersebut menetapkan peringkat idAAA dengan prospek Stabil (Stable) untuk kategori General Obligation (GO).

Peringkat tersebut berlaku untuk periode 3 September 2026 hingga 1 September 2027. Peringkat idAAA menunjukkan ekspektasi Pefindo terhadap kemampuan emiten dalam memenuhi kewajiban keuangannya berada pada tingkat paling kuat.

Salah satu faktor utama yang menopang peringkat CCB Indonesia adalah tingginya kemungkinan dukungan dari induk usaha, China Construction Bank Corp (CCB Corp).


Baca Juga: Remitansi BCA Terus Tumbuh, Transaksi Digital Makin Diminati

Pefindo dalam riset 18 September 2026 juga menilai profil kredit CCB Indonesia secara mandiri sangat kuat, ditambah posisi likuiditas dan fleksibilitas keuangan yang sangat kuat.

Meski demikian, Pefindo mencatat kualitas aset dan profitabilitas CCB Indonesia masih berada pada tingkat moderat. Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang tetap diperhatikan dalam penilaian profil risiko bank.

Peringkat CCB Indonesia terutama mencerminkan kuatnya keterkaitan dengan CCB Corp sebagai induk usaha. Karena itu, perubahan tingkat dukungan dari induk dapat memengaruhi peringkat bank.

Pefindo menyebut peringkat dapat tertekan apabila terdapat indikasi penurunan signifikan dalam tingkat pengendalian CCB Corp terhadap CCB Indonesia. Risiko penurunan peringkat juga dapat muncul apabila kinerja keuangan CCB Indonesia memburuk secara signifikan dan tidak mendapatkan kompensasi melalui dukungan luar biasa dari induknya.

Dari sisi bisnis, CCB Indonesia menjalankan kegiatan perbankan komersial, dengan fokus pada penyaluran kredit komersial, korporasi, hingga konsumen. Bank juga melayani perusahaan-perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di Indonesia.

Per 30 Juni 2026, CCB Corp tercatat sebagai pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 60%. Sementara itu, UOB Kay Hian Private Limited memiliki 8,21% saham, sedangkan sisanya dimiliki pemegang saham lainnya atau masyarakat.

Penetapan terbaru ini sekaligus mempertahankan rekam jejak peringkat tertinggi CCB Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Pefindo telah mempertahankan peringkat idAAA/Stable untuk CCB Indonesia sejak Oktober 2021. 

Baca Juga: Sinar Eka Selaras (ERAL) Tambah Fasilitas Kredit dari BCA Jadi Rp 600 Miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News