KONTAN.CO.ID - Simak profil CDIA yang segera membagikan dividen interim. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) kembali menjadi perhatian investor setelah mengumumkan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026. Emiten infrastruktur yang terafiliasi dengan grup usaha Prajogo Pangestu tersebut akan membagikan dividen interim sebesar US$10 juta atau sekitar Rp178,57 miliar, dengan nilai sekitar Rp1,422181 per saham. Pembagian dividen ini berasal dari laba bersih periode yang berakhir pada 30 Juni 2026. Di tengah aksi pembagian dividen, kinerja CDIA pada semester I 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA.
Baca Juga: Segera Bagikan Dividen Interim, Cek Profil Emiten PSAB hingga Kinerja Terkini Namun, laba bersih perseroan turun cukup tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya karena peningkatan beban dan adanya perbedaan basis laba pada periode sebelumnya. Melansir data
IPOT, saham CDIA tercatat naik ke level Rp630/saham atau sekitar 1,61% (+10,00 poin) pada sesi 1 hari Rabu (23/9). Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek informasi mengenai penjelasan CDIA.
Baca Juga: Chandra Daya Investasi (CDIA) Tebar Dividen Interim US$10 Juta, Cek Jadwalnya Profil Saham CDIA
PT Chandra Daya Investasi Tbk merupakan perusahaan yang bergerak sebagai perusahaan holding dan investasi infrastruktur. Melalui berbagai anak usaha, CDIA mengembangkan bisnis pada empat pilar utama, yaitu energi, air, kepelabuhanan dan penyimpanan, serta logistik. CDIA tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2025. Perseroan merupakan bagian dari ekosistem Chandra Asri Group dan memiliki fokus untuk mengembangkan aset infrastruktur yang menghasilkan pendapatan berulang, termasuk melalui kontrak jangka panjang.
Baca Juga: Raffi Ahmad dan Nagita Caplok 61,85% Saham VISI, Intip Profil Emiten dan Kinerjanya Lini Bisnis CDIA
CDIA memiliki empat pilar bisnis utama yang saling berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur industri.
1. Energi
Segmen energi menjadi salah satu kontributor utama pendapatan CDIA. Bisnis ini mencakup penyediaan listrik dan berbagai layanan terkait energi untuk kawasan industri. CDIA melalui anak usahanya memiliki pembangkit dengan total kapasitas 320 MW, terdiri atas 120 MW PLTGU dan 200 MW PLTU. Perseroan juga mengembangkan energi terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya. Pada semester I 2026, pendapatan dari segmen energi mencapai US$51,8 juta, naik 5,4% secara tahunan dari US$49,1 juta. Segmen ini masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar CDIA.
2. Air
CDIA juga mengoperasikan bisnis penyediaan dan pengolahan air untuk mendukung kebutuhan kawasan industri. Pilar air merupakan bagian dari strategi CDIA untuk menyediakan infrastruktur utilitas yang terintegrasi bagi pelanggan industri. Bisnis tersebut meliputi penyediaan air dan pengolahan air untuk kebutuhan operasional kawasan industri.
3. Kepelabuhanan dan Penyimpanan
Pilar ini mencakup layanan kepelabuhanan, penyimpanan dan berbagai fasilitas pendukung kegiatan industri serta distribusi barang. Pada 2026, CDIA mengembangkan fasilitas penyimpanan bitumen berkapasitas 12.000 meter kubik di Merak. Hingga semester I 2026, pembangunan fasilitas tersebut telah mencapai sekitar 75% dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III 2026.
4. Logistik
Logistik menjadi salah satu lini dengan pertumbuhan paling tinggi pada semester I 2026. CDIA mengembangkan layanan logistik maritim dan darat, termasuk pengoperasian kapal logistik. Pendapatan segmen logistik mencapai US$27 juta pada semester I 2026, melonjak 80,2% dibandingkan US$15 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan juga memperluas bisnis logistik melalui investasi dan akuisisi. Salah satunya adalah pembelian 40% saham PT Armada Maritim Persada senilai US$90 juta untuk memperkuat bisnis logistik pertambangan dan jasa pengelolaan pelabuhan.
Baca Juga: DOID Segera Buyback Saham: Intip Profil Emiten dari Lini Usaha hingga Kinerjanya Manajemen CDIA
Berdasarkan susunan pengurus yang tercantum dalam prospektus perseroan, jajaran manajemen CDIA terdiri atas:
1. Direksi
| Nama | Jabatan |
| Fransiskus Ruly Aryawan | Presiden Direktur |
| Jonathan Kandinata | Direktur |
| Merly | Direktur |
| Agus Lukmanul Hakim | Direktur |
| Saksit Suntharekanon | Direktur |
2. Dewan Komisaris
| Nama | Jabatan |
| Erry Riyana Hardjapamekas | Presiden Komisaris dan Komisaris Independen |
| Ade Supandi, SE | Komisaris Independen |
| Erwin Ciputra | Komisaris |
| Andre Khor Kah Hin | Komisaris |
| Thawat Hirancharukorn | Komisaris |
| Prasit Laohawirapap | Komisaris |
Baca Juga: BUVA Right Issue Rp1,54 Triliun, Intip Profil Emiten Properti dan Real Estate Ini Kinerja CDIA Semester I 2026
Mengutip data
BEI, CDIA membukukan pendapatan bersih sekitar Rp1,48 triliun pada semester I 2026. Pendapatan tersebut meningkat 22,8% dibandingkan semester I 2025. Pertumbuhan pendapatan terutama berasal dari bisnis energi dan logistik. Pendapatan energi mencapai sekitar Rp933,8 miliar, sedangkan logistik mencapai sekitar Rp486,7 miliar. Namun, beban pokok pendapatan meningkat lebih cepat. Beban pokok tercatat sekitar Rp1,13 triliun, naik 30,9% secara tahunan. Akibatnya, laba kotor hanya tumbuh 2,8% menjadi sekitar Rp354,0 miliar. Berikut ringkasan kinerja CDIA semester I 2026:
| Indikator | Semester I 2026 | Perubahan |
| Pendapatan | Rp1,48 triliun | +22,8% |
| Laba kotor | Rp354,0 miliar | +2,8% |
| EBITDA | Rp569,7 miliar | +25,3% |
| Laba bersih | Rp311,5 miliar | -74,5% |
| Pendapatan energi | Rp933,8 miliar | +5,4% |
| Pendapatan logistik | Rp486,7 miliar | +80,2% |
Konversi angka laporan keuangan dolar AS menggunakan kurs Rp18.027 per US$ sebagaimana digunakan dalam perbandingan kinerja semester I 2026.
Baca Juga: Dividen MPMX Rp170 per Saham Siap Cair: Intip Profil Emiten Konsumer Otomotif Ini Laba Bersih Turun 74,5%
Meskipun pendapatan dan EBITDA meningkat, laba bersih CDIA justru mengalami penurunan signifikan. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I 2026 sekitar Rp311,5 miliar, turun 74,5% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut perlu dilihat bersama dengan struktur pendapatan dan beban perseroan. EBITDA masih tumbuh 25,3% menjadi sekitar Rp569,7 miliar, menunjukkan adanya pertumbuhan pada tingkat operasional, tetapi kenaikan tersebut belum tercermin pada laba bersih.
Baca Juga: UNIC Tebar Dividen Rp 1.447 per Saham: Intip Profil Emiten Kimia dan Kinerjanya Aset CDIA Capai Rp34,8 Triliun
Per 30 Juni 2026, total aset CDIA mencapai sekitar Rp34,78 triliun, meningkat 10,87% dibandingkan akhir 2025. Sementara itu, liabilitas perseroan mencapai sekitar Rp14,89 triliun, sedangkan ekuitas sekitar Rp19,98 triliun.
| Posisi Keuangan | 30 Juni 2026 |
| Total aset | Rp34,78 triliun |
| Total liabilitas | Rp14,89 triliun |
| Total ekuitas | Rp19,98 triliun |
Pertumbuhan aset tersebut sejalan dengan pengembangan portofolio infrastruktur dan ekspansi bisnis yang dilakukan CDIA.
CDIA Tebar Dividen Interim Rp178,57 Miliar
CDIA memutuskan membagikan dividen interim tahun buku 2026 sekitar Rp178,57 miliar. Setiap pemegang saham yang memenuhi ketentuan berhak memperoleh dividen sebesar Rp1,422181 per saham. Keputusan pembagian dividen tersebut ditetapkan Direksi dan telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris pada 18 September 2026.
Nilai dividen interim tersebut setara sekitar 57,85% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk per 30 Juni 2026.
Jadwal Dividen Interim CDIA 2026
| Tahapan | Tanggal |
| Cum dividen pasar reguler dan negosiasi | 30 September 2026 |
| Ex dividen pasar reguler dan negosiasi | 1 Oktober 2026 |
| Cum dividen pasar tunai | 2 Oktober 2026 |
| Recording date | 2 Oktober 2026 |
| Ex dividen pasar tunai | 5 Oktober 2026 |
| Pembayaran dividen | 22 Oktober 2026 |
Dengan demikian, investor perlu memperhatikan tanggal cum dividen apabila ingin tercatat sebagai pemegang saham yang berhak memperoleh dividen interim tersebut.
Tonton: BLBI Lunas! Tapi Urusan dengan Obligor Belum Selesai Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News