Cek 7 Daftar Emiten dengan Bisnis Data Center Terdaftar BEI: Ada DCII hingga EDGE



KONTAN.CO.ID - Bisnis data center atau pusat data di Indonesia semakin berkembang seiring meningkatnya kebutuhan komputasi awan (cloud computing), kecerdasan buatan (AI), digitalisasi perusahaan, hingga pertumbuhan ekonomi digital.

Kondisi tersebut membuat bisnis pusat data tidak lagi hanya menjadi ceruk bagi perusahaan teknologi, tetapi mulai menjadi bagian penting dari strategi ekspansi sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Per semester I-2026, kapasitas teknologi informasi data center di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 580 MW dan berpotensi meningkat menjadi 3,5 GW pada 2030.


Baca Juga: Banjir Kredit Jumbo ke Emiten Data Center, Analis Ungkap Prospek EDGE, MORA, TOWR

Pertumbuhan tersebut membuka peluang bagi sejumlah perusahaan tercatat yang memiliki bisnis pusat data secara langsung maupun melalui anak usaha.

Namun, perlu dibedakan antara emiten yang bisnis utamanya data center dengan emiten yang hanya memiliki eksposur terhadap industri tersebut.

Berdasarkan laman BEI per September 2026, berikut sejumlah saham yang paling aktif dengan bisnis data center.

Baca Juga: Data Center Makin Marak, 16 Saham BEI Ini Berpotensi Jadi Penerima Manfaat

Daftar Emiten Data Center

1. DCII

DCII merupakan salah satu emiten BEI yang paling langsung terpapar bisnis data center karena kegiatan utamanya memang berfokus pada penyediaan infrastruktur pusat data.

DCI Indonesia mengoperasikan fasilitas data center untuk kebutuhan hyperscale, cloud, dan pelanggan perusahaan. Pada 2026, perusahaan juga memperluas jaringan fasilitasnya, termasuk melalui E2 Surabaya yang diresmikan pada April 2026 dan menjadi fasilitas DCI Indonesia pertama di kawasan Indonesia Timur.

Per Agustus 2026, kapasitas data center DCII disebut telah mencapai sekitar 119 MW, yang tersebar di Cibitung, Karawang, dan Jakarta. Perusahaan juga mengembangkan fasilitas baru di Bintan dan Surabaya.

Dari sisi bisnis, DCII dapat dikategorikan sebagai pure-play data center yang paling jelas di BEI.

Baca Juga: PER Saham Emiten Data Center Tembus Ratusan Kali, Analis Wanti-wanti Risiko Bubble

2. EDGE

EDGE merupakan emiten teknologi yang bergerak di bidang konektivitas, data center, dan komputasi awan.

Indointernet mengoperasikan fasilitas data center EDGE1 dan EDGE2 di Jakarta. Salah satu fasilitasnya memiliki kapasitas IT hingga 6 MW, sedangkan total kapasitas pusat data yang dioperasikan disebut mencapai sekitar 23 MW.

EDGE juga mendapatkan perhatian karena memiliki keterkaitan dengan ekosistem Digital Edge, yang tengah memperbesar kapasitas data center di Indonesia.

Pada Januari 2026, Digital Edge mengumumkan investasi US$4,5 miliar untuk membangun CGK Campus di kawasan GIIC, Bekasi. Kampus tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 500 MW, dengan potensi pengembangan hingga 1 GW. Tahap pertama ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026.

Dengan demikian, EDGE merupakan salah satu saham BEI yang memiliki eksposur langsung terhadap pertumbuhan data center komersial.

Baca Juga: Pasar Data Center RI Tumbuh Pesat, Legrand Bidik Peluang Infrastruktur Listrik

3. TLKM

Berbeda dengan DCII dan EDGE, TLKM memiliki bisnis yang jauh lebih terdiversifikasi. Namun, Telkom mempunyai eksposur signifikan terhadap data center melalui NeutraDC.

NeutraDC menjadi bagian dari strategi Telkom untuk mengembangkan bisnis infrastruktur digital, termasuk pusat data dan layanan yang berkaitan dengan kebutuhan cloud serta AI.

Telkom juga termasuk salah satu pemain besar yang mempercepat ekspansi kapasitas data center pada 2026.

Keunggulan TLKM adalah ekosistemnya yang luas karena memiliki jaringan telekomunikasi, konektivitas, layanan digital, dan infrastruktur yang dapat mendukung bisnis pusat data.

Baca Juga: Akal Imitasi Mengerek Bisnis Data Center

4. DSSA

DSSA merupakan emiten Grup Sinar Mas yang pada awalnya dikenal antara lain melalui bisnis pertambangan batu bara, energi, serta infrastruktur. Namun, perusahaan kini semakin agresif memperluas eksposurnya ke bisnis digital dan data center.

DSSA termasuk emiten yang disebut telah masuk ke industri data center bersama DCII, EDGE, TLKM, dan MLPT.

Pada Juli 2026, DSSA juga melakukan penambahan modal sekitar Rp8,53 triliun kepada PT Bali Media Telekomunikasi melalui anak usahanya PT DSST Mas Gemilang. Langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan bisnis digital perusahaan.

Karena bisnis DSSA sangat terdiversifikasi, eksposur data center pada saham ini tidak sebesar DCII atau EDGE. Namun, DSSA menarik diperhatikan karena memiliki kemampuan pendanaan dan ekosistem usaha yang besar untuk mengembangkan infrastruktur digital.

Baca Juga: Industri Data Center Berpotensi Tumbuh Subur Berkat AI, Begini Strategi DCII

5. MLPT

MLPT merupakan emiten teknologi informasi yang juga memiliki eksposur terhadap industri data center.

Perusahaan menyediakan berbagai solusi teknologi informasi untuk korporasi, termasuk infrastruktur digital dan layanan yang berkaitan dengan pusat data.

MLPT disebut sebagai salah satu emiten yang turut terjun ke industri data center bersama DCII, EDGE, TLKM, dan DSSA.

Namun, seperti TLKM dan DSSA, MLPT bukan perusahaan yang semata-mata bergantung pada pendapatan dari data center. Bisnisnya lebih luas sebagai penyedia solusi teknologi informasi.

Baca Juga: IDPRO: Regulasi Residensi Data Jangan Hambat Industri Data Center Nasional

6. AREA

AREA merupakan emiten yang juga patut diperhatikan karena bisnisnya berkaitan langsung dengan penyediaan layanan data center.

PT Dunia Virtual Online Tbk tercatat di BEI pada April 2024 dan dikenal sebagai penyedia layanan data center.

Karena skala perusahaan relatif lebih kecil dibandingkan pemain seperti DCII, TLKM, atau EDGE, saham AREA dapat dikategorikan sebagai emiten dengan eksposur data center yang lebih kecil tetapi tetap relevan dalam daftar sektor tersebut.

7. INET

INET merupakan contoh emiten yang baru memperluas bisnisnya dari konektivitas menuju data center.

Bisnis utama INET saat ini masih berada pada sektor konektivitas. Namun, perseroan mulai membangun bisnis data center melalui anak usaha PT Sinergi Inti Data Indonesia, dengan kepemilikan INET sebesar 85%.

Karena itu, INET lebih tepat disebut sebagai emiten dengan eksposur data center yang sedang berkembang, bukan pure-play data center.

Baca Juga: Industri Data Center Bertumbuh Lebih Cepat

Daftar Saham Data Center di BEI

Secara sederhana, emiten-emiten tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Kode Emiten Lini Bisnis
DCII DCI Indonesia Pure-play data center
EDGE Indointernet Data center + konektivitas/cloud
AREA Dunia Virtual Online Data center
TLKM Telkom Indonesia Data center + telekomunikasi
DSSA Dian Swastatika Sentosa Diversifikasi ke digital/data center
MLPT Multipolar Technology IT solution + data center
INET Sinergi Inti Andalan Prima Konektivitas + data center
Daftar tersebut perlu dibedakan dari saham kawasan industri, energi, atau telekomunikasi yang hanya berpotensi mendapat manfaat tidak langsung dari pertumbuhan data center.

Misalnya, emiten kawasan industri seperti KIJA, DMAS, BEST, dan SSIA dapat memperoleh manfaat dari permintaan lahan untuk pusat data, tetapi bukan berarti bisnis utamanya adalah data center.

Perbedaan Fokus Emiten

Saat dilihat berdasarkan fokus bisnis, DCII dan EDGE merupakan dua nama yang paling mudah dikategorikan sebagai pemain data center komersial di BEI.

Sementara itu, TLKM, DSSA, MLPT, AREA, dan INET memiliki tingkat eksposur yang berbeda karena data center menjadi salah satu bagian dari bisnis atau strategi ekspansi mereka.

Demikian informasi mengenai emiten dengan bisnis data center atau pusat data yang aktif di BEI.

Tonton: LRT Jakarta Fase 1B Mulai Diuji Coba! Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Masuki Babak Baru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News