KONTAN.CO.ID - Bisnis data center atau pusat data di Indonesia semakin berkembang seiring meningkatnya kebutuhan komputasi awan (cloud computing), kecerdasan buatan (AI), digitalisasi perusahaan, hingga pertumbuhan ekonomi digital. Kondisi tersebut membuat bisnis pusat data tidak lagi hanya menjadi ceruk bagi perusahaan teknologi, tetapi mulai menjadi bagian penting dari strategi ekspansi sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Per semester I-2026, kapasitas teknologi informasi data center di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 580 MW dan berpotensi meningkat menjadi 3,5 GW pada 2030.
Daftar Emiten Data Center
1. DCII
DCII merupakan salah satu emiten BEI yang paling langsung terpapar bisnis data center karena kegiatan utamanya memang berfokus pada penyediaan infrastruktur pusat data. DCI Indonesia mengoperasikan fasilitas data center untuk kebutuhan hyperscale, cloud, dan pelanggan perusahaan. Pada 2026, perusahaan juga memperluas jaringan fasilitasnya, termasuk melalui E2 Surabaya yang diresmikan pada April 2026 dan menjadi fasilitas DCI Indonesia pertama di kawasan Indonesia Timur. Per Agustus 2026, kapasitas data center DCII disebut telah mencapai sekitar 119 MW, yang tersebar di Cibitung, Karawang, dan Jakarta. Perusahaan juga mengembangkan fasilitas baru di Bintan dan Surabaya. Dari sisi bisnis, DCII dapat dikategorikan sebagai pure-play data center yang paling jelas di BEI. Baca Juga: PER Saham Emiten Data Center Tembus Ratusan Kali, Analis Wanti-wanti Risiko Bubble2. EDGE
EDGE merupakan emiten teknologi yang bergerak di bidang konektivitas, data center, dan komputasi awan. Indointernet mengoperasikan fasilitas data center EDGE1 dan EDGE2 di Jakarta. Salah satu fasilitasnya memiliki kapasitas IT hingga 6 MW, sedangkan total kapasitas pusat data yang dioperasikan disebut mencapai sekitar 23 MW. EDGE juga mendapatkan perhatian karena memiliki keterkaitan dengan ekosistem Digital Edge, yang tengah memperbesar kapasitas data center di Indonesia. Pada Januari 2026, Digital Edge mengumumkan investasi US$4,5 miliar untuk membangun CGK Campus di kawasan GIIC, Bekasi. Kampus tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 500 MW, dengan potensi pengembangan hingga 1 GW. Tahap pertama ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026. Dengan demikian, EDGE merupakan salah satu saham BEI yang memiliki eksposur langsung terhadap pertumbuhan data center komersial. Baca Juga: Pasar Data Center RI Tumbuh Pesat, Legrand Bidik Peluang Infrastruktur Listrik3. TLKM
Berbeda dengan DCII dan EDGE, TLKM memiliki bisnis yang jauh lebih terdiversifikasi. Namun, Telkom mempunyai eksposur signifikan terhadap data center melalui NeutraDC. NeutraDC menjadi bagian dari strategi Telkom untuk mengembangkan bisnis infrastruktur digital, termasuk pusat data dan layanan yang berkaitan dengan kebutuhan cloud serta AI. Telkom juga termasuk salah satu pemain besar yang mempercepat ekspansi kapasitas data center pada 2026. Keunggulan TLKM adalah ekosistemnya yang luas karena memiliki jaringan telekomunikasi, konektivitas, layanan digital, dan infrastruktur yang dapat mendukung bisnis pusat data. Baca Juga: Akal Imitasi Mengerek Bisnis Data Center4. DSSA
DSSA merupakan emiten Grup Sinar Mas yang pada awalnya dikenal antara lain melalui bisnis pertambangan batu bara, energi, serta infrastruktur. Namun, perusahaan kini semakin agresif memperluas eksposurnya ke bisnis digital dan data center. DSSA termasuk emiten yang disebut telah masuk ke industri data center bersama DCII, EDGE, TLKM, dan MLPT. Pada Juli 2026, DSSA juga melakukan penambahan modal sekitar Rp8,53 triliun kepada PT Bali Media Telekomunikasi melalui anak usahanya PT DSST Mas Gemilang. Langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan bisnis digital perusahaan. Karena bisnis DSSA sangat terdiversifikasi, eksposur data center pada saham ini tidak sebesar DCII atau EDGE. Namun, DSSA menarik diperhatikan karena memiliki kemampuan pendanaan dan ekosistem usaha yang besar untuk mengembangkan infrastruktur digital. Baca Juga: Industri Data Center Berpotensi Tumbuh Subur Berkat AI, Begini Strategi DCII5. MLPT
MLPT merupakan emiten teknologi informasi yang juga memiliki eksposur terhadap industri data center. Perusahaan menyediakan berbagai solusi teknologi informasi untuk korporasi, termasuk infrastruktur digital dan layanan yang berkaitan dengan pusat data. MLPT disebut sebagai salah satu emiten yang turut terjun ke industri data center bersama DCII, EDGE, TLKM, dan DSSA. Namun, seperti TLKM dan DSSA, MLPT bukan perusahaan yang semata-mata bergantung pada pendapatan dari data center. Bisnisnya lebih luas sebagai penyedia solusi teknologi informasi. Baca Juga: IDPRO: Regulasi Residensi Data Jangan Hambat Industri Data Center Nasional6. AREA
AREA merupakan emiten yang juga patut diperhatikan karena bisnisnya berkaitan langsung dengan penyediaan layanan data center. PT Dunia Virtual Online Tbk tercatat di BEI pada April 2024 dan dikenal sebagai penyedia layanan data center. Karena skala perusahaan relatif lebih kecil dibandingkan pemain seperti DCII, TLKM, atau EDGE, saham AREA dapat dikategorikan sebagai emiten dengan eksposur data center yang lebih kecil tetapi tetap relevan dalam daftar sektor tersebut.7. INET
INET merupakan contoh emiten yang baru memperluas bisnisnya dari konektivitas menuju data center. Bisnis utama INET saat ini masih berada pada sektor konektivitas. Namun, perseroan mulai membangun bisnis data center melalui anak usaha PT Sinergi Inti Data Indonesia, dengan kepemilikan INET sebesar 85%. Karena itu, INET lebih tepat disebut sebagai emiten dengan eksposur data center yang sedang berkembang, bukan pure-play data center. Baca Juga: Industri Data Center Bertumbuh Lebih CepatDaftar Saham Data Center di BEI
Secara sederhana, emiten-emiten tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut:| Kode | Emiten | Lini Bisnis |
|---|---|---|
| DCII | DCI Indonesia | Pure-play data center |
| EDGE | Indointernet | Data center + konektivitas/cloud |
| AREA | Dunia Virtual Online | Data center |
| TLKM | Telkom Indonesia | Data center + telekomunikasi |
| DSSA | Dian Swastatika Sentosa | Diversifikasi ke digital/data center |
| MLPT | Multipolar Technology | IT solution + data center |
| INET | Sinergi Inti Andalan Prima | Konektivitas + data center |