KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabar buruk bagi investor pasar saham datang setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis sembilan saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi per Maret 2026. Yakni, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS). Selain itu ada PT Ifishdeco Tbk (IFSH), PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) dan PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK). Selanjutnya, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Tingkat kepemilikan pada saham tersebut bahkan mencapai di atas 95%.
Potensi Pemangkasan Bobot Indeks Global
Pjs. Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik, menjelaskan ada kemungkinan saham yang sudah masuk dalam indeks global akan dikeluarkan atau diturunkan bobotnya usai transparansi yang dilakukan. “Jadi bisa saja ada potensi, misalnya potensi penurunan bobot untuk saham-saham Indonesia, baik dari hasil analisis granularity maupun high shareholding concentration,” katanya belum lama ini. Namun Jeffrey meyakini dalam jangka panjang akan baik bagi pasar saham Indonesia dan akan membuat bobot saham-saham Indonesia akan menjadi jauh lebih tinggi di masa mendatang. Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (6/4), IHSG Diproyeksi Melemah “Tentu pasar akan punya mekanisme untuk melihat dan pasar selalu forward looking. Kalau pasar meyakini dalam jangka panjang ini suatu yang baik, saya kira pasar akan respon positif,” tuturnya. Dia bilang, terlepas dari potensi penurunan bobot, bisa saja pasar akan bereaksi positif. Jeffrey menegaskan apa yang dilakukan BEI bersama OJK ini bukan membuat pasar naik atau turun. Berdasarkan catatan IPO Platinum Club, saham yang berada dalam indeks MSCI dan masuk dalam daftar high shareholding concentration berpotensi langsung dikeluarkan oleh MSCI dari indeks dan tidak bisa lagi masuk dalam waktu 12 bulan. “Bagi saham baru yang masuk ke dalam high shareholding concentration akan dipastikan tidak bisa masuk ke dalam indeks MSCI,” tulis tim analis IPO Platinum Club dalam catatan yang dirilis Kamis (2/4/2026). Nafan menambahkan, secara teknikal beberapa saham masih berada dalam tren turun atau konsolidasi. Investor disarankan lebih berhati-hati dalam mengambil posisi pada saham tersebut.DSSA Chart by TradingView