Cek Rekomendasi Saham Consumer Staples ICBP, MYOR, CMRY dan SIDO untuk Senin (28/9)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah saham emiten consumer staples masuk dalam daftar rekomendasi analis untuk perdagangan awal pekan. Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) direkomendasikan buy. Sementara PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mendapat rekomendasi hold.

Keempat saham tersebut memiliki katalis yang berbeda. ICBP masih ditopang pertumbuhan penjualan meski laba tertekan kerugian kurs, MYOR mencatat pertumbuhan laba dan perbaikan margin, sedangkan CMRY mendapat dukungan dari pertumbuhan bisnis dairy.

Sementara itu, SIDO masih menghadapi tekanan pendapatan dan margin, meski normalisasi distribusi mulai mendukung pemulihan.


Baca Juga: Harga Gandum dan Gula Naik, Begini Dampaknya pada Saham ICBP, MYOR, SIDO, dan CMRY

Cek rekomendasi saham sektor consumer staples dari sejumlah analis untuk perdagangan Senin (28/9/2026):

1. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

Research Analyst Phintraco Sekuritas, Vinna N. Rachmawati, merekomendasikan buy saham ICBP dengan target harga Rp 11.150 per saham.

Pendapatan ICBP pada semester pertama 2026 mencapai Rp 41,86 triliun, tumbuh 11% YoY. Pertumbuhan terjadi di seluruh segmen, dengan segmen nutrisi dan makanan khusus tumbuh 16% YoY, dairy 15%, dan mi instan 11%.

Meski begitu, laba bersih ICBP turun 33% YoY menjadi Rp 3,70 triliun. Penurunan ini terutama akibat kenaikan biaya keuangan yang melonjak 216% YoY, termasuk kerugian selisih kurs yang belum direalisasikan.

Phintraco Sekuritas menilai kinerja operasional ICBP masih cukup solid. Manajemen juga menargetkan pertumbuhan pendapatan 5%-7% pada 2026 dengan margin EBIT 20%-22%.

2. PT Mayora Indah Tbk (MYOR)

Research Analyst MNC Sekuritas, Catherine Florencia M., merekomendasikan buy saham MYOR dengan target harga Rp 2.400 per saham.

MYOR membukukan pertumbuhan penjualan 7,5% YoY dan laba bersih 60,1% YoY pada kuartal kedua 2026. Secara kumulatif, laba bersih semester pertama 2026 tumbuh 46,5% YoY.

Perbaikan kinerja juga terlihat dari gross profit margin (GPM) yang naik menjadi 24,8% pada 2Q26 dari 20,3% pada periode yang sama tahun lalu.

MNC Sekuritas menilai struktur biaya bahan baku MYOR relatif lebih mendukung dibandingkan emiten yang lebih banyak menggunakan gandum. Namun, kenaikan harga komoditas dan tekanan daya beli masih menjadi risiko bagi kinerja ke depan.

3. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)

Equity Analyst OCBC Sekuritas, Jessica Leonardy, merekomendasikan hold saham SIDO dengan nilai wajar Rp 380 per saham.

OCBC Sekuritas memperkirakan pendapatan SIDO pada 2026 turun 10,3% YoY menjadi Rp 3,6 triliun. Tekanan terutama berasal dari segmen herbal.

Di sisi lain, bisnis makanan dan minuman (F&B) diproyeksikan tumbuh 5% pada tahun ini dan dapat membantu menopang kinerja SIDO. Normalisasi distribusi juga mulai terlihat setelah proses penataan kanal distribusi selesai pada Mei 2026.

Namun, margin masih menghadapi tekanan dari kenaikan harga bahan baku seperti gula, asam sitrat, taurin, serta kemasan PET. OCBC Sekuritas memperkirakan margin laba kotor SIDO berada di sekitar 55% pada 2026.

Baca Juga: Emiten Dikejar Target Penuhi Minimal Free Float, BEI Catat Ada 329 Emiten

4. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY)

Research Analyst INA Sekuritas, Rifdah Fatin Hasanah, merekomendasikan buy saham CMRY dengan target harga Rp 6.850 per saham.

CMRY mencatat pendapatan Rp6,5 triliun pada semester pertama 2026, tumbuh 26% YoY. Pertumbuhan terutama berasal dari segmen dairy yang melesat 54% YoY.

Selain pertumbuhan penjualan, ekspansi distribusi dan inovasi produk juga menjadi katalis CMRY. Jumlah chilled outlets mencapai 210.849 pada 1H26, naik 7% YoY, sementara jumlah agen Miss Cimory meningkat 28% YoY.

INA Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy karena melihat kinerja CMRY masih didukung pertumbuhan bisnis dairy, distribusi yang semakin luas, serta inovasi produk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News