Cek Rekomendasi Saham dan Prospek Astra International (ASII) di Tahun 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek kinerja PT Astra International Tbk (ASII) pada tahun 2026 dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan, namun tetap memiliki peluang perbaikan seiring potensi pemulihan konsumsi domestik serta dukungan dari lini bisnis pertambangan.

Sebagai informasi, diketahui, ASII membukukan pendapatan sebesar Rp 323,39 triliun pada 2025 atau turun 1,5% YoY. Sejalan dengan itu laba bersih ASII dibukukan sebesar Rp 32,76 triliun di tahun 2025, menurun 3,33% dari periode tahun 2024 senilai Rp 33,9 triliun.

Perseroan menyampaikan bahwa penurunan laba tersebut dipengaruhi oleh melemahnya harga batubara serta perlambatan pasar mobil baru.


Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, meskipun beberapa lini bisnis Grup Astra masih menghadapi dinamika operasional, perusahaan memiliki fondasi keuangan yang kuat untuk menjaga kinerja di tengah transisi industri otomotif.

“Dengan struktur permodalan dan neraca yang solid, ASII diperkirakan akan fokus pada efisiensi operasional dan disiplin alokasi modal,” ujar Azis kepada Kontan, Senin (9/3/2026).

Baca Juga: Insentif EV Dipangkas, Dominasi Hybrid Berpotensi Dongkrak Kinerja Astra (ASII)

Kata Azis strategi ini krusial, apalagi untuk menjaga daya saing dan memastikan penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan di tengah transisi industri otomotif. 

Lebih lanjut di tengah melambatnya penjualan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) setelah pengurangan sejumlah insentif PPN DTP (Ditanggung Pemerintah), Astra juga terus memperkuat strategi melalui pengembangan model hybrid di berbagai segmen kendaraan.

Azis menilai salah satu katalis yang dapat mendorong kinerja Astra adalah kebijakan moneter, khususnya potensi pelonggaran suku bunga acuan. Penurunan suku bunga berpotensi mendorong permintaan kredit kendaraan bermotor sehingga dapat menopang penjualan otomotif.

Selain itu, stabilitas pertumbuhan ekonomi juga dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat.

Di sisi lain, strategi diversifikasi bisnis Astra di luar sektor otomotif turut menjadi bantalan yang memperkuat ketahanan pendapatan grup. Sehingga Azis pun melihat peluang perbaikan kinerja Astra pada tahun ini tetap terbuka.

 
ASII Chart by TradingView

Meski segmen otomotif memang masih berpotensi menghadapi tekanan akibat ketegangan geopolitik global serta ketidakpastian arah suku bunga. Namun, potensi penguatan harga komoditas dapat memberikan kontribusi tambahan bagi kinerja Astra.

Menurutnya, interaksi antara pemulihan harga komoditas dan stabilisasi pasar otomotif akan menjadi penentu utama apakah laba bersih ASI mampu berbalik tumbuh positif di tahun 2026 ini.

“Mengingat tren harga batubara yang menguat signifikan sepanjang 2026, kami memproyeksikan adanya kontribusi pendapatan yang lebih tebal dari sektor ini,” tambahnya.

Dengan mempertimbangkan kondisi global yang masih bergejolak, Azis merekomendasikan wait and see terhadap saham ASII, dengan estimasi nilai wajar saham ASII berada di kisaran Rp 6.850 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News