Cek Rekomendasi Saham DSNG, TAPG, LSIP dan AALI untuk Perdagangan Senin (27/4/2026)



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Implementasi kebijakan biodiesel B50 diperkirakan menjadi katalis positif bagi kinerja emiten kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), seiring dengan potensi kenaikan permintaan domestik dan penguatan harga CPO global.

Pemerintah telah mengumumkan bahwa penerapan mandatori biodiesel 50% (B50) akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Kebijakan ini dinilai akan mengubah struktur permintaan CPO di dalam negeri secara signifikan.

Sejumlah analis memberikan rekomendasi saham emiten sawit alias CPO. Simak ulasan lengkap rekomendasi sahamnya berikut: 


Baca Juga: Rupiah Berpotensi Lanjut Melemah, Ini Proyeksi Senin (27/4)

1. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)

Sepanjang 2025, DSNG membukukan laba bersih sebesar Rp 1,8 triliun, naik 60,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sisi pendapatan, perusahaan mencatatkan Rp 12,3 triliun, tumbuh 21,7% secara tahunan.

Sejak paruh kedua 2022, program peremajaan (replanting) DSNG terus menunjukkan kemajuan hingga 2025. Sekitar 5.500 hektare telah dibersihkan dan 3.700 hektare telah ditanami kembali. Per akhir 2025, total area tertanam mencapai 111.900 hektare, terdiri dari 82.900 hektare kebun inti 29.000 hektare kebun plasma. Rata-rata usia tanaman sekitar 15 tahun yang relatif ideal Dengan asumsi kondisi cuaca normal, produktivitas diperkirakan meningkat lebih lanjut menjadi sekitar 23 ton/ha pada 2026.

Rekomendasi: Buy

Target Harga: Rp 1.940

Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Yasmin Soulisa

Baca Juga: Geopolitik Memanas, Pergerakan Harga Emas dan Dolar AS Makin Tidak Stabil

2. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)

TAPG mencatatkan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 11,40 triliun di tahun 2025. Ini naik 17,89% dari Rp 9,67 triliun pada tahun sebelumnya. Ada pun laba bersih dibukukan sebesar Rp 3,7 triliun di 2025, naik 18,65% YoY dari Rp 3,12 triliun.

Per Desember 2025, TAPG punya 159.707 hektar lahan dengan 82,7% tanaman menghasilkan optimal di usia 7-20 tahun.  Lalu, tanaman menghasilkan muda (4-6 tahun) sebanyak 4,4%, tanaman menghasilkan tua (di atas 20 tahun) 6%, dan tanaman belum menghasilkan (0-3 tahun) 6,9%. Di tahun 2026, TAPG menargetkan produksi CPO naik 8% YoY menjadi 1,01 juta ton di tahun 2026. Produksi palm kernel ditargetkan naik 4% ke 210.000 ton dan produksi TBS olah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) naik 5% YoY menjadi 4,30 juta ton di tahun 2026.

Rekomendasi: Add

Target harga: Rp 1.840

Research Associate Sector - Cement, Chemicals, Infrastructure, Telco-Tower, Oil & Gas CGS International Sekuritas Indonesia, Rut Yesika

Baca Juga: Kinerja Tumbuh Solid, IRRA Masih Layak Dikoleksi? Ini Kata Analis

3. PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)

LSIP membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,89 triliun pada tahun buku 2025, naik 28% dibandingkan 2024. Penjualan tercatat Rp 5,51 triliun atau tumbuh 21% secara tahunan.

Pertumbuhan kinerja ditopang kenaikan harga jual rata-rata dan volume penjualan produk sawit. Perusahaan juga mencatat peningkatan laba operasional meski produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti mengalami penurunan. Fokus perusahaan tetap pada efisiensi dan produktivitas. Produksi TBS tercatat 1,34 juta ton atau relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi TBS eksternal naik 19% menjadi 204 ribu ton. Produksi crude palm oil (CPO) meningkat 2% menjadi 292 ribu ton, seiring kenaikan pasokan TBS dari eksternal. Rasio ekstraksi CPO berada di level 21,9%.

Rekomendasi: Buy

Target harga: Rp 1.600

Analis PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Halima Yefany

4. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

AALI mencatat kinerja laba bersih sebesar Rp1,5 triliun sepanjang tahun 2025 atau meningkat 28,2% yoy. Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan bersih yang tumbuh 31% menjadi Rp 28,7 triliun, dari Rp 21,8 triliun pada 2024.

AALI menganggarkan capital expenditure (Capex) sebesar Rp 1,4 triliun di tahun 2026, dengan porsi paling besar digunakan untuk penanaman bibit (plantation). Capex ini naik 79% year on year (yoy) dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp782 miliar. AALI berencana untuk melakukan percepatan replanting dengan minimum target 6.000 hektare selama empat tahun mendatang. Meski demikian, perseroan tetap berambisi untuk mencapai luas replanting sebesar 8.000 pada akhir 2026.

Rekomendasi: Hold

Target harga: Rp 7.200

Indonesia’s Head of Research, DBS Group Research William Simadiputra

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: