KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (
IHSG) diproyeksi kembali melemah pada perdagangan hari ini (21/10/2026). Investor akan mencermati keberlanjutan respons pasar terhadap kebijakan otoritas bursa serta hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI). Sekedar mengingatkan, IHSG ditutup menguat 5,65% atau 282,45 poin ke level 5.278,89 pada Selasa (20/10/2026). Phintraco Sekuritas dalam risetnya mengatakan, penguatan IHSG terjadi setelah pelaku pasar merespons positif sejumlah langkah otoritas bursa untuk memenuhi standar Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Langkah tersebut antara lain perubahan batas
auto rejection bawah (ARB) saham, rencana mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau
high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan IHSG, serta peningkatan keterbukaan informasi mengenai afiliasi pemegang saham.
Baca Juga: CFA Society Soroti Lima Prioritas Penguatan Pasar Modal Indonesia Secara teknikal, Phintraco Sekuritas bilang, indikator Stochastic RSI berpotensi membentuk
golden cross di area
oversold. Namun, histogram
Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di area negatif. Dengan kondisi tersebut, volatilitas pergerakan saham diperkirakan masih tinggi dan IHSG berpotensi menguji level 5.300–5.400 untuk hari ini. Sementara itu,
Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG sejalan dengan perkiraan terjadinya
technical rebound dalam jangka pendek setelah indeks mengalami tekanan selama dua hari berturut-turut. Ia juga memperkirakan adanya aksi
buyback oleh emiten yang turut mendukung pemulihan pasar. Meski demikian, Herditya memperkirakan, IHSG masih rawan terkoreksi dalam jangka pendek. Ia menetapkan level
support di 5.243 dan
resistance di 5.314 untuk perdagangan hari ini. Dari sisi domestik, pelaku pasar akan mencermati hasil RDG BI. Konsensus pasar memperkirakan BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%. Keputusan tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah dan minat investor terhadap aset berisiko.
Pada perdagangan Selasa (20/10/2026), rupiah ditutup menguat 0,3% ke level Rp17.992 per dolar AS. Meski begitu, investor masih perlu mencermati tekanan jual asing serta perkembangan implementasi kebijakan otoritas bursa dalam meningkatkan transparansi pasar modal. Untuk pilihan saham, Herditya menyarankan pelaku pasar mencermati PT AKR Corporindo Tbk (
AKRA) pada rentang Rp 1.245–Rp 1.295, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (
GOTO) di kisaran Rp 31–Rp 36, serta PT J Resources Asia Pasifik Tbk (
PSAB) pada rentang Rp 460–Rp 472. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News