KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (
IHSG) merosot tajam pada perdagangan Kamis (10/9/2026), setelah sempat dibuka di zona hijau. Pelemahan IHSG terjadi seiring tekanan di seluruh sektor saham dan aksi jual bersih investor asing di seluruh pasar. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG ambruk 1,33% ke level 6.589,33 pada penutupan perdagangan Kamis. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 6.585–6.712.
Baca Juga: Simak Saham yang Banyak Dijual Asing Saat IHSG Melonjak 1,09% ke 6.667, Kamis (3/9) Seluruh sektor saham kompak melemah dan menjadi penekan IHSG. Pelemahan terutama dipimpin sektor energi, transportasi, infrastruktur, kesehatan, barang baku, perindustrian, properti dan real estat, serta barang konsumen primer. Aktivitas perdagangan juga cukup tinggi. Total volume transaksi saham di BEI mencapai 51,06 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 21,58 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 516 saham melemah, 150 saham menguat, dan 127 saham stagnan. Tekanan IHSG semakin kuat setelah investor asing mencatatkan
net sell jumbo sebesar Rp 1,95 triliun di seluruh pasar. Namun di tengah tekanan IHSG, asing juga banyak menadah saham-saham ini pada Kamis.
Baca Juga: Asing Net Sell Rp 1,95 Triliun Saat IHSG Ambruk, Intip Saham yang Banyak Dijual Berikut 10 saham
net buy terbesar asing pada Kamis: 1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 301,67 miliar 2. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 179,08 miliar 3. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 146,66 miliar 4. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp 145,79 miliar 5. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp 57,3 miliar 6. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 50,16 miliar 7. PT Timah Tbk (TINS) Rp 45,91 miliar 8. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 36,52 miliar 9. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 34,17 miliar 10. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) Rp 28,28 miliar
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News