KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Konflik di Timur Tengah berpotensi menambah tekanan bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Lonjakan harga minyak bahkan bisa mengerek belanja subsidi, dan menimbulkan pelebaran defisit hingga lebih dari 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit memang pernah melampaui 3% dari PDB di masa pandemi Covid-19 pada tahun 2020 silam, yakni mencapai 6,14% dari PDB, kemudian berlanjut di 2021 mencapai 4,65% dari PDB. Meski demikian, terjadinya pelebaran defisit tersebut menjadi alasan, dimana terjadinya krisis pandemi. di tingkat global. Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai, batas defisit di atas 3% menandakan Indonesia masuk ke jurang resesi. Lembaga tersebut menyatakan bahwa, pelebaran defisit tersebut melanggar konstitusi.
Celios: Defisit APBN di Atas 3% dari PDB Tanda Indonesia Masuk Jurang Resesi?
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Konflik di Timur Tengah berpotensi menambah tekanan bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Lonjakan harga minyak bahkan bisa mengerek belanja subsidi, dan menimbulkan pelebaran defisit hingga lebih dari 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit memang pernah melampaui 3% dari PDB di masa pandemi Covid-19 pada tahun 2020 silam, yakni mencapai 6,14% dari PDB, kemudian berlanjut di 2021 mencapai 4,65% dari PDB. Meski demikian, terjadinya pelebaran defisit tersebut menjadi alasan, dimana terjadinya krisis pandemi. di tingkat global. Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai, batas defisit di atas 3% menandakan Indonesia masuk ke jurang resesi. Lembaga tersebut menyatakan bahwa, pelebaran defisit tersebut melanggar konstitusi.