KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai, perlambatan realisasi belanja daerah berpotensi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Berdasarkan data Kementerian Keuangaa, realisasi belanja APBD per 24 Oktober 2026 baru mencapai Rp 737 triliun atau 58,35% dari total pagu anggaran tahun ini sebesar Rp 1.263,12 triliun. Penyerapan tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama dalam dua tahun terakhir. Pada 24 Oktober 2025, realisasi belanja pemda tercatat sebesar 61,64%, sedangkan pada periode yang sama 2024 mencapai 65%.
CELIOS : Lambatnya Realisasi Belanja APBD oleh Pemda Bisa Menekan Ekonomi Daerah
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai, perlambatan realisasi belanja daerah berpotensi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Berdasarkan data Kementerian Keuangaa, realisasi belanja APBD per 24 Oktober 2026 baru mencapai Rp 737 triliun atau 58,35% dari total pagu anggaran tahun ini sebesar Rp 1.263,12 triliun. Penyerapan tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama dalam dua tahun terakhir. Pada 24 Oktober 2025, realisasi belanja pemda tercatat sebesar 61,64%, sedangkan pada periode yang sama 2024 mencapai 65%.