CELIOS Nilai Rantai Distribusi Picu Kesenjangan Harga Ayam dan Telur



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menilai, panjangnya rantai distribusi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kesenjangan harga ayam dan telur di tingkat produsen dan konsumen.

Banyaknya perantara dalam rantai perdagangan membuat bagian harga yang diterima peternak relatif lebih kecil dibandingkan harga yang dibayarkan konsumen.

Persoalan kesenjangan harga ayam dan telur turut menjadi perhatian pemerintah.


Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menyatakan telah menyurati Kapolri untuk menindaklanjuti dugaan permainan harga, menyusul keluhan peternak mengenai rendahnya harga jual di tingkat produsen, sementara harga di tingkat konsumen masih relatif tinggi.

Baca Juga: Kementan Surati Kapolri untuk Usut Dugaan Permainan Harga Ayam dan Telur

Nailul menyebut, margin perdagangan yang ideal berada di kisaran 30%. Namun, dalam kondisi tertentu, margin tersebut bisa mencapai 60%.

“Ada pasar yang tidak sempurna dalam industri daging ayam dan telur ayam. Peternak ayam dan telur ayam mendapatkan bagian rendah dari rantai distribusi yang tercipta,” ujar Nailul kepada KONTAN, Senin (12/10/2026).

Selain panjangnya rantai distribusi, perbedaan respons harga di tingkat produsen dan konsumen turut memperlebar kesenjangan. Ketika harga turun di tingkat peternak, penurunan tersebut tidak selalu segera diikuti penurunan harga di pasar.

Nailul menilai, keterbatasan informasi harga membuat pedagang memiliki posisi lebih kuat dalam rantai perdagangan.

Nailul juga menyoroti pola penyerapan ayam dan telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, penyerapan melalui distributor besar, sementara peternak belum dapat mengakses program secara langsung, berpotensi memperlebar kesenjangan harga antara produsen dan konsumen.

“Program MBG yang saat ini menjadi anomali permintaan barang bisa dievaluasi terkait dengan penyediaan stok dan sebagainya,” katanya.

Baca Juga: BPS Soroti Kenaikan Harga Daging Ayam, Telur, Beras hingga Minyak Goreng

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Nailul mendorong pemerintah memperkuat manajemen stok dan pengawasan pasokan di pasar.

Pemerintah juga perlu mengevaluasi mekanisme penyerapan bahan pangan untuk program MBG agar kebutuhan program tidak mengganggu distribusi untuk pasar umum. “Maka perlu ada manajemen stok yang baik dari pemerintah untuk mengatur bagaimana supply di pasaran bisa diawasi betul oleh pemerintah,” tutup Nailul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News