Central Proteina (CPRO) serap 75% anggaran capex hingga kuartal ketiga



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten budidaya ikan, produsen pakan hewan dan makanan olahan, PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) menganggarkan belanja modal atau capex Rp 140 miliar di tahun ini. Dana tersebut utamanya digunakan untuk menambah kapasitas mesin produksi dan juga pembangunan fasilitas anyar. 

Direktur Utama Central Proteina Prima Hendri Laiman mengungkapkan, sampai kuartal ketiga tahun ini serapan capex 2021 sudah mencapai 75% atau sebesar Rp 105 miliar dari total dana yang dianggarkan. 

Dalam paparannya dia bilang, penggunaan dana capex tersebut salah satunya digunakan untuk menambah kapasitas mesin produksi pakan hewan yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. "(Penambahan kapasitas mesin pabrik) Akan masuk ke dalam sistem kami di Januari tahun depan. Itu harus dibangun karena kapasitasnya sudah penuh di sana," ujar Hendri dalam paparan publik, Jumat (19/11). 


Hendri melanjutkan, dana capex tahun ini diperuntukkan pembelian tanah dan mesin untuk membangun fasilitas makanan olahan yang ditargetkan akan rampung pada kuartal keempat tahun 2022 mendatang.  "Jadi kami sudah beli tanahnya dan itu yang kami gunakan sepanjang tahun ini," kata dia. 

Baca Juga: Bumi Resources Minerals (BRMS) dorong pengembangan produksi emas

Menurut Hendri, penambahan kapasitas produksi dan pembangunan fasilitas anyar ini merupakan salah satu strategi yang dicanangkan perusahaan untuk mengembangkan bisnis mereka ke depan.

Terlebih, pihaknya menilai bahwa segmen pakan hewan, termasuk pakan anjing dan kucing tengah menjadi primadona atau merupakan bisnis yang sedang naik daun saat ini.  "Kami mulai masuk ke pet food tahun 2017 dengan menyuplai dan memproduksi pakan ikan dan pakan burung. Tapi sekarang sudah masuk ke pakan kucing dan pakan anjing," lanjutnya. 

Dengan begitu, CPRO  pun melihat pertumbuhan market pakan hewan ini masih sangat besar di Indonesia. Hal tersebut salah satunya didorong oleh meningkatnya minat orang-orang yang  untuk memelihara hewan kesayangan (anjing & kucing).  "Memang challenge-nya untuk kami adalah bagaimana kami bisa memasarkan produk ini sampai ke luar Jawa dan mengedukasi produk ini," lanjutnya. 

Hingga September lalu CPRO berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang memuaskan. Perusahaan ini membukukan penjualan neto sebesar Rp 6 triliun. Torehan tersebut meningkat 7,15% dari sebelumnya Rp 5,59 triliun pada September tahun 2020. 

Penjualan CPRO pada periode Januari-September 2021, masih ditopang oleh penjualan pakan yang mencapai Rp 4,76 triliun. Lalu disusul oleh produk makanan senilai Rp 1 triliun. Kemudian ada penjualan benur dan penjualan lain-lain yang masing-masing sebesar Rp 215,78 miliar dan Rp 15,02 miliar. 

Baca Juga: Saraswanti Anugerah Makmur (SAMF) yakin mampu penuhi target kinerja tahun ini

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tercatat sebesar Rp 2,11 triliun. Padahal pada periode yang sama di tahun lalu perusahaan masih merugi hingga Rp 68,59 miliar. 

"Dalam net income ini ada faktor non cash gain dari selesainya obligasi yang berjumlah Rp 1,78 triliun, ini adalah non cash gain," tuturnya. 

Sedangkan net income dari operasional atau hasil kinerja perusahaan per sembilan bulan pertama 2021 adalah sejumlah Rp 385,8 miliar. 

Selanjutnya: Mulia Boga Raya (KEJU) peroleh fasilitas kredit Rp 200 miliar dari Bank Danamon

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi