Centrepark: Kenaikan Tarif Parkir Bisa Buka Peluang Investasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana penyesuaian tarif parkir di DKI Jakarta dinilai dapat menjadi instrumen untuk mengendalikan penggunaan kendaraan pribadi, sekaligus mendorong investasi di sektor perparkiran. Founder & CEO Centrepark Charles Richard Oentomo mengatakan, penerapan tarif parkir berbasis zonasi dapat menjadi bagian dari strategi pengelolaan mobilitas Jakarta. Menurutnya, tarif lebih tinggi di kawasan dengan kepadatan dan permintaan parkir tinggi dapat mendorong masyarakat mempertimbangkan transportasi publik. Namun, pemerintah tetap perlu menjaga keseimbangan antara pengendalian kendaraan, aktivitas ekonomi, dan pemanfaatan ruang parkir. “Pada kawasan dengan tingkat kepadatan dan permintaan parkir yang tinggi, tarif parkir bukan hanya berfungsi sebagai biaya penggunaan ruang, tetapi juga sebagai instrumen untuk mengelola demand kendaraan pribadi,” ujar Charles kepada KONTAN, Senin (24/8/2026).

Baca Juga: Prabowo Lanjutkan Penanganan Karhutla ke Sumatra, 2.894 Hotspot Terdeteksi Kenaikan tarif yang signifikan berpotensi menurunkan jumlah kendaraan dan durasi parkir. Namun, pendapatan operator masih dapat meningkat jika kenaikan tarif lebih besar dibandingkan penurunan volume kendaraan. Centrepark memberikan ilustrasi, kenaikan tarif efektif 50% masih berpotensi meningkatkan pendapatan jika volume kendaraan turun 15%-20%. Angka tersebut merupakan ilustrasi sederhana, bukan proyeksi Centrepark. Menurut Charles, dampak aktual akan bergantung pada elastisitas harga dan karakteristik permintaan masing-masing kawasan. Karena itu, tarif ideal perlu mempertimbangkan karakteristik kawasan seperti pusat bisnis, pusat komersial, kawasan transit, rumah sakit, dan area residensial. Di sisi konsumen, kenaikan tarif dapat mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik, ride-hailing, car pooling, atau memperpendek durasi parkir. Namun, pemerintah perlu mengantisipasi perpindahan kendaraan ke parkir informal maupun bahu jalan. Di sisi investasi, Centrepark bilang, struktur tarif yang mencerminkan nilai lahan dan permintaan dapat meningkatkan kelayakan pembangunan fasilitas parkir. Kebijakan tersebut juga berpotensi mendorong pemanfaatan lahan pemerintah yang belum produktif untuk fasilitas parkir. “Hal ini dapat membuka peluang bagi pemerintah untuk mengoptimalkan lahan-lahan miliknya yang belum produktif melalui pembangunan gedung parkir bertingkat, termasuk melalui skema kerja sama dengan sektor swasta atau public-private partnership,” kata Charles.

Baca Juga: Prabowo Bertolak Ke Riau, Tinjau Penanganan Karhutla dan Tindak Tegas Pelanggaran Centrepark menjelaskan, industri parkir ke depan akan berkembang dari pengoperasian lahan parkir menjadi bagian dari ekosistem mobilitas perkotaan. Peluangnya mencakup digitalisasi pembayaran, pemanfaatan data, optimalisasi aset, serta pembangunan dan pengelolaan gedung parkir. Dengan penerapan tarif berbasis zonasi, Centrepark mengatakan, kebijakan parkir dapat sekaligus mengendalikan kendaraan pribadi dan meningkatkan produktivitas aset parkir.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News