KONTAN.CO.ID - CEO Grab, Anthony Tan, semakin mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah tekanan kenaikan biaya bahan bakar. Tan mengatakan bahwa strategi berbasis AI menjadi kunci perusahaan dalam menghadapi tantangan industri, yang diperburuk oleh konflik geopolitik seperti perang di Iran. “Strategi produk berbasis AI kami terbukti berhasil dan terus menunjukkan pertumbuhan,” ujar Tan dalam wawancara dengan
Reuters di sela acara peluncuran produk baru di Jakarta hari Rabu, 8 April 2026.
Baca Juga: Kasus Ben Roberts-Smith: Pahlawan Australia Didakwa Bunuh Warga Sipil Afghanistan Peran AI untuk Efisiensi
Menurut Tan, salah satu tantangan utama saat ini adalah menjaga tarif tetap terjangkau bagi konsumen, meski biaya operasional meningkat. “Kenaikan biaya bahan bakar adalah kenyataan bagi semua pihak. Tantangannya adalah bagaimana kami tetap bisa menjaga layanan agar ramah di kantong pelanggan,” jelasnya. Sebagai bagian dari strategi tersebut, Grab meluncurkan 13 produk berbasis AI. Salah satu yang paling menonjol adalah fitur
group ride, yang memungkinkan pengguna berbagi perjalanan dan menghemat biaya hingga 40%. Fitur ini memanfaatkan AI untuk menghitung pembagian tarif secara otomatis dan lebih akurat di antara penumpang.
Baca Juga: 10 Orang Terkaya di Dunia April 2026: Elon Musk Memimpin dengan Rp13.700 Triliun Andalkan Skala dan Data untuk Bertumbuh
Meski menghadapi tekanan, Grab tetap optimistis. Dengan valuasi pasar sekitar US$14,5 miliar atau sekitar Rp246,9 triliun, perusahaan menilai skala bisnisnya menjadi keunggulan utama. “Dengan skala yang kami miliki, kami menghasilkan data dalam jumlah besar yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan berbasis AI,” kata Tan. Ia menambahkan, semakin terjangkaunya layanan Grab akan mendorong lebih banyak pengguna, yang pada akhirnya memperkuat pertumbuhan perusahaan. Grab juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat bisnis di Indonesia, yang merupakan pasar terbesar perusahaan di kawasan.
Produk-produk AI terbaru tersebut akan segera diluncurkan lebih luas di Indonesia dalam waktu dekat. “Kami sangat senang berada di Indonesia dan akan terus meningkatkan investasi di sini,” pungkasnya.
Baca Juga: 10 Orang Terkaya di Indonesia Akhir Maret 2026: Anthoni Salim Tembus Empat Besar Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News