CEO Hermes Sebut Jeffrey Epstein Predator Finansial, Klaim Dirinya Jadi Target



KONTAN.CO.ID - CEO Hermes Axel Dumas mengatakan, dirinya menolak beberapa upaya pertemuan dari Jeffrey Epstein dan meyakini dirinya menjadi target dari finansier yang ia sebut sebagai “predator finansial”.

Dalam konferensi pers bersama jurnalis pada Kamis (12/2/2026), Dumas mengungkapkan bahwa pendekatan Epstein terjadi ketika Hermes tengah berada dalam situasi sensitif, yakni di tengah konflik pengambilalihan saham oleh LVMH.

Baca Juga: Samsung Mulai Kirim Chip HBM4, Tancap Gas Kejar Ketertinggalan di Balapan AI


“Saya pikir kami adalah target. Saya CEO muda saat itu dan kami sedang berada di tengah kasus LVMH. Dia adalah predator finansial,” ujar Dumas.

“Dia sudah memiliki reputasi yang penuh kebencian.”

Berkas yang dirilis Departemen Kehakiman AS menunjukkan Epstein mengirim email kepada asisten Dumas beberapa kali pada 2013 dan 2014 untuk meminta pertemuan.

Ia juga sempat menghubungi Hermes untuk meminta perusahaan tersebut mendesain interior jet pribadinya. Permintaan tersebut ditolak.

Dumas mengatakan ia hanya pernah bertemu Epstein satu kali, yakni pada Maret 2013 dalam sebuah acara di atelier Hermes.

Menurutnya, Epstein tidak tercantum dalam daftar tamu resmi, namun hadir bersama sutradara Woody Allen dan istrinya.

Baca Juga: Britney Spears Jual Hak Katalog Musiknya, Ikuti Jejak Artis Dunia Lain

“Setelah itu, dia mencoba tiga kali untuk bertemu dengan saya dan saya menolak setiap kali,” kata Dumas.

“Saya tidak bisa mengatakan secara pasti apa yang kami ketahui tentang dia saat itu karena sudah 13 tahun berlalu, tetapi dia sudah memiliki reputasi yang menjijikkan.”

Sebagai informasi, Epstein mengaku bersalah pada 2008 atas tuduhan prostitusi, termasuk merekrut gadis di bawah umur.

Ia kembali ditangkap pada 2019 atas dakwaan federal terkait perdagangan seks anak di bawah umur.

Epstein ditemukan tewas di sel tahanan Manhattan pada 2019, yang kemudian dinyatakan sebagai bunuh diri.

Baca Juga: Ini Prediksi Pergerakan Harga Perak hingga Akhir Februari 2026

Email-email yang dirilis juga menunjukkan Epstein berupaya mengatur pertemuan antara Dumas dan Ariane de Rothschild, pimpinan bank swasta Edmond de Rothschild, pada Januari 2014.

Asisten Dumas, Elodie Brisebarre, dalam beberapa balasan email secara sopan menolak undangan tersebut dengan alasan agenda yang padat dan komitmen sebelumnya.

Salah satu email Epstein bahkan berbunyi: “Track down Axel Dumas in Hermes headquarters Paris.”

Selanjutnya: Purbaya: Kalau Tak Ada Pelanggaran, Hambatan Bisnis Harus Dihapus

Menarik Dibaca: Harga Emas Dunia Tergelincir, tapi Bertahan di atas US$ 5.000