CEO Meta Zuckerberg Buka Suara soal Keamanan AI, Tak Perlu Ada Perlambatan Industri



KONTAN.CO.ID - CEO Meta Platforms Mark Zuckerberg menilai perusahaan kecerdasan buatan (AI) memiliki insentif yang cukup untuk memastikan pengembangan teknologi dilakukan secara aman tanpa harus menunggu kesepakatan industri untuk memperlambat laju pengembangan AI.

Pernyataan Zuckerberg tersebut menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara para petinggi perusahaan AI mengenai cara menghadapi risiko dari perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Baca Juga: Won Korea Selatan Jadi Mata Uang Asia yang Paling Tertekan, Rupiah Ikut Melemah


Dalam unggahan di X pada Selasa (15/9/2026), Zuckerberg mengatakan setiap laboratorium AI memiliki tanggung jawab sekaligus insentif untuk mengembangkan model dengan kecepatan yang memungkinkan penerapan standar keamanan yang memadai.

Menurut dia, masing-masing perusahaan juga memiliki kemampuan untuk mengambil langkah sendiri guna memastikan model AI yang dikembangkan tetap aman.

Pernyataan tersebut disampaikan tiga hari setelah CEO Anthropic Dario Amodei menyerukan agar perusahaan AI memperlambat pengembangan kemampuan model.

Seruan itu muncul setelah sejumlah peneliti memperingatkan potensi risiko besar dari perkembangan AI.

CEO OpenAI Sam Altman dan CEO xAI Elon Musk turut menyatakan dukungan terhadap seruan Amodei tersebut.

Baca Juga: Keuangan AirAsia Memburuk, Malaysia Airlines dan Batik Air Disiapkan Ambil Alih Pasar

Perdebatan Regulasi AI

Perbedaan pandangan mengenai keamanan AI juga muncul di tengah sikap pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang cenderung menolak pengetatan regulasi maupun perlambatan pengembangan teknologi tersebut.

Trump pada Senin (14/9) mengatakan, AS telah memiliki sejumlah pengaman untuk teknologi AI. Ia juga menyebut keraguan terhadap pengembangan AI AS dapat memberikan keuntungan bagi China.

Pandangan bahwa regulasi yang terlalu ketat dapat mengurangi daya saing perusahaan AS terhadap China juga disampaikan sejumlah eksekutif teknologi, termasuk CEO Nvidia Jensen Huang.

Zuckerberg mengatakan kepercayaan dan kemampuan menyelaraskan AI dengan tujuan manusia atau alignment akan menjadi faktor penting yang membedakan agen dan model AI.

"Setiap laboratorium yang tidak fokus pada alignment akan tertinggal," ujar Zuckerberg.

Ia juga menilai perusahaan AI memiliki insentif kuat untuk mencegah model mereka menimbulkan kerugian karena perusahaan dapat menghadapi tuntutan hukum dan kewajiban finansial yang signifikan.

Zuckerberg mencontohkan, keputusan Meta menunda peluncuran agen AI Muse pada awal tahun ini untuk memperkuat aspek keamanannya.

"Kami tidak meminta semua pihak melakukan hal ini terlebih dahulu. Kami hanya melakukannya sebagai bagian dari pekerjaan sehari-hari karena hal tersebut jelas merupakan langkah yang tepat bagi masyarakat dan bagi kami," kata Zuckerberg.

Baca Juga: Usai Melonjak 2%, Harga Kedelai AS Kini Berbalik Melemah

Meta Libatkan Evaluator Independen

Berbeda dengan seruan Amodei untuk memperlambat pengembangan AI secara industri, Zuckerberg mengatakan Meta telah mengalokasikan sebagian besar kapasitas komputasinya untuk mengembangkan produk yang memenuhi kebutuhan pengguna saat ini.

Meta juga disebut telah melibatkan evaluator independen dalam sejumlah bidang melalui divisi Meta Superintelligence Labs.

Zuckerberg menyebut pelibatan evaluator independen tersebut sebagai praktik terbaik di industri dan mengatakan perusahaan AI lain dapat menerapkan langkah serupa.

Upaya Zuckerberg menempatkan Meta sebagai perusahaan yang memperhatikan aspek keamanan AI muncul beberapa pekan setelah Meta menyepakati pembayaran hingga US$18 miliar untuk menyelesaikan gugatan dari sejumlah negara bagian AS yang menuduh perusahaan merancang Facebook dan Instagram agar membuat anak-anak kecanduan. Meta tidak mengakui kesalahan dalam penyelesaian tersebut.

Baca Juga: Senat AS Gagal Mengesahkan RUU Kripto, Bitcoin dan Saham Kripto Tertekan

Sementara itu, Ketua Federal Trade Commission (FTC) Andrew Ferguson pada Selasa (15/9) meminta publik bersikap sangat waspada terhadap perusahaan AI yang meminta pengecualian aturan antimonopoli sambil melobi pemerintah untuk membuat regulasi baru.

Ferguson tidak menyebut Anthropic secara langsung. Namun, Amodei pada pekan lalu meminta izin terkait aturan antimonopoli agar perusahaan-perusahaan AI dapat berkoordinasi untuk memperlambat pengembangan teknologi dengan alasan keamanan.