CEO Twitter: Kami tidak akan menikahi Google



SAN FRANCISCO. Kerja sama antara Twitter dengan Google dalam menampilkan tweet seseorang di dalam mesin pencari Google tidak akan berujung pada keterikatan apa pun. Demikian pernyataan Chief Executive Officer Twitter Dick Costolo.

"Saya berbicara secara konstan dampak internal yang akan dihadapi, platform yang akan digunakan, dan bagaimana kami akan menjalankan bisnis. Kami sangat bergembira dengan bisnis yang kami punya dan kami ingin menjadi perusahaan yang independen," jelas Costolo.

Menurutnya, kerja sama dengan Google akan membuat Twitter lebih mudah dicari, meningkatkan jumlah orang yang melihat tweet seseorang, atau apa yang Twitter sebut "logged-out user base". Dengan langkah ini, diharapkan perusahaan akan mendapatkan lebih banyak pemasukan dari licensing fee ketimbang iklan.


Sebenarnya, ini bukan kali pertama kedua perusahaan internet ini bekerja sama. Antara tahun 2009 dan 2011, Twitter dan Google memiliki perjanjijan serupa untuk menyediakan Google dengan data yang lebih efisien dan komprehensif dari Twitter. Namun, perjanjian tersebut tidak diperbaharui.

"Jika Twitter pintar, mereka akan menjual bisnis mereka sekarang kepada Google. Keluar dari bisnis sekarang saat Anda berada di atas," Papar Ross Gerber, CEO of Wealth Management Firm Gerber Kawasaki.

Namun, Costolo mengatakan, perjanjian tersebut hanya merupakan bagian dari total audience strategy.  

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie