CEO UBS Ingatkan Swiss, Aturan Modal Bank Harus Jaga Daya Saing



KONTAN.CO.ID - ZURICH. CEO UBS Sergio Ermotti menegaskan bahwa pembahasan aturan baru terkait modal bagi bank-bank besar di Swiss tidak hanya akan berfokus pada stabilitas keuangan, tetapi juga mempertimbangkan daya saing industri perbankan nasional.

Menurut Ermotti, para pembuat kebijakan dan anggota parlemen Swiss akan membahas regulasi tersebut secara objektif dan rasional untuk menemukan keseimbangan antara menjaga stabilitas sistem keuangan dan mempertahankan daya saing sektor perbankan.

Ia menilai daya saing merupakan faktor penting bagi penciptaan lapangan kerja dan keberlanjutan posisi Swiss sebagai salah satu pusat keuangan global.


Baca Juga: Modal Bank Besar Masih Tebal di Tengah Tekanan Ekonomi Global

"Tanpa daya saing, Swiss tidak akan mampu mempertahankan posisinya sebagai pusat keuangan global yang dinamis," ujar Ermotti dalam forum Point Zero Forum di Zurich, Rabu (24/6/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Ermotti juga menyoroti dampak kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terhadap industri perbankan.

Ia mengungkapkan bahwa UBS saat ini telah mengoperasikan ratusan agen dan aplikasi berbasis AI di berbagai aktivitas bisnisnya.

Meski teknologi tersebut mampu meningkatkan efisiensi, Ermotti mengakui bahwa perkembangan AI berpotensi mengurangi kebutuhan tenaga kerja di sejumlah fungsi perbankan dan keuangan.

"Sebagian pekerjaan yang saat ini ada di sektor perbankan dan keuangan kemungkinan akan hilang, atau membutuhkan lebih sedikit orang untuk mengerjakan tugas yang sama," katanya.

Baca Juga: Mengenal Sosok Sergio Ermotti, CEO UBS yang Incar Ekspansi Besar di AS

Namun, ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi dan ekspansi bisnis menjadi kunci untuk menciptakan kembali lapangan kerja yang terdampak oleh otomatisasi.

"Jika ekonomi tidak tumbuh dan organisasi tidak berkembang, maka penciptaan lapangan kerja baru akan sulit dilakukan," tutup Ermotti.