KONTAN.CO.ID -
Chief Executive Officer (CEO) West Pharmaceutical Services, Eric Green, mengumumkan rencananya untuk pensiun setelah lebih dari satu dekade memimpin perusahaan tersebut. Perusahaan yang berbasis di Pennsylvania, Amerika Serikat itu menyatakan proses transisi kepemimpinan akan berlangsung setelah pengganti Green ditemukan.
Reuters, pada Selasa (10/3), mengabarkan bahwa manajemen memperkirakan pergantian CEO akan terjadi pada paruh kedua tahun 2026.
West Pharmaceutical Services juga mengungkapkan bahwa mereka telah menunjuk firma pencari eksekutif untuk membantu proses pencarian kandidat CEO baru.
Baca Juga: Skema Kripto Justin Sun Terbongkar: Selebritas Ikut Promosi Ilegal? Eric Green Berhenti Setelah 11 Tahun
Eric Green mengatakan bahwa waktunya telah tiba bagi pemimpin baru untuk mengambil alih kepemimpinan perusahaan. Green menjabat sebagai CEO sejak tahun 2015 dan menjadi ketua dewan direksi pada 2022. Ia merupakan CEO keenam perusahaan dalam lebih dari satu abad perjalanan West Pharmaceutical. “Setelah menjabat selama 11 tahun sebagai CEO keenam perusahaan dalam lebih dari satu abad, sudah waktunya bagi orang lain untuk mengambil alih kepemimpinan West,” ujar Green. Selain menjadi CEO, Green juga dipercaya menjabat sebagai ketua dewan direksi perusahaan sejak 2022. Setelah pensiun dari posisi eksekutif, ia berencana mengejar peluang lain sebagai anggota dewan maupun penasihat di berbagai organisasi.
Baca Juga: Era Baru Intel: Frank Yeary Pensiun Setelah 17 Tahun Performa Positif West Pharmaceutical Services di Bawah Green
Selama masa kepemimpinan Green, kinerja perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Direktur independen utama dewan perusahaan, Robert Friel, menyebut berbagai capaian penting yang berhasil diraih dalam kurun waktu tersebut. Menurut Friel, penjualan perusahaan meningkat lebih dari dua kali lipat selama Green memimpin. Selain itu, perusahaan juga mencatat total pengembalian bagi pemegang saham sekitar 350%. Kinerja tersebut memperkuat posisi West Pharmaceutical sebagai salah satu pemain penting dalam rantai pasok industri farmasi global. West Pharmaceutical memproduksi berbagai komponen dan perangkat yang digunakan untuk menghantarkan obat suntik, termasuk terapi untuk diabetes dan obesitas. Perusahaan memasok komponen presisi yang menjadi bagian penting dari sistem penghantaran obat injeksi. Pada bulan lalu, perusahaan juga menyampaikan bahwa permintaan terhadap obat berbasis GLP-1 receptor agonists diperkirakan masih akan meningkat pada 2026. Obat GLP-1 sendiri menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di pasar farmasi global.
Baca Juga: Eks Eksekutif Dell Jadi CFO Thomson Reuters, Soroti Strategi di Era AI Proyeksi Keuangan Tahunan Tetap Dipertahankan
Di tengah rencana pergantian kepemimpinan, perusahaan juga menegaskan kembali proyeksi kinerja keuangan tahunan yang sebelumnya diumumkan pada Februari. Langkah tersebut menandakan bahwa manajemen tetap optimistis terhadap prospek bisnis perusahaan, terutama seiring meningkatnya permintaan global terhadap terapi injeksi modern.
Baca Juga: PM Kamboja, Hun Manet, Ungkap Fakta di Lapangan soal Pasukan Thailand Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News