CERI Ragukan Alasan Pertamina soal Kelangkaan BBM Bali



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) meragukan penjelasan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri yang menyebut kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali disebabkan kapal tanker terlambat bersandar sekitar 12 jam.

CERI menduga gangguan pasokan tersebut berkaitan dengan persoalan pengadaan, pengendalian stok, hingga kemungkinan kegagalan pasok vendor.

Direktur Eksekutif CERI Yusri Usman menilai, keterlambatan kapal selama 12 jam perlu dijelaskan lebih lanjut karena kelangkaan BBM dilaporkan terjadi di seluruh Bali dan sejumlah wilayah Jawa Timur.


Kedua wilayah tersebut berada dalam cakupan operasional Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus).

"Kalau hanya kapal tanker terlambat bersandar sekitar 12 jam, mengapa bisa terjadi kelangkaan BBM di seluruh Bali dan sebagian Jawa Timur?" ujar Yusri , Kamis (15/10/2026).

Menurut dia, Bali memiliki dua terminal BBM, yakni Fuel Terminal Sanggaran di Denpasar dan Terminal BBM Manggis di Karangasem. Karena itu, CERI mempertanyakan kecukupan stok operasional dan kesiapan distribusi BBM sebelum gangguan pasokan terjadi.

Yusri memperkirakan ketahanan stok operasional BBM idealnya berada pada kisaran 20–25 hari. Namun, CERI menduga stok BBM di Bali sebelum kelangkaan terjadi berada di bawah tujuh hari. Dugaan tersebut, menurutnya, perlu diuji melalui pembukaan data stok harian di kedua terminal.

Sorotan CERI menguat setelah Pertamina Patra Niaga mengumumkan tambahan pasokan 57,9 juta liter BBM untuk Bali pada 14–17 Oktober 2026.

Berdasarkan keterangan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi yang dikutip ANTARA, tambahan tersebut terdiri atas 44,9 juta liter Pertalite dan 13 juta liter Pertamax, yang disalurkan melalui Terminal BBM Manggis dan Sanggaran.

"Tambahan pasokan sebesar 57,9 juta liter itu justru menimbulkan pertanyaan tentang berapa sebenarnya stok BBM sebelum kelangkaan terjadi. Pertamina harus membuka data ketahanan stok harian di kedua terminal BBM tersebut," kata Yusri.

Baca Juga: Atasi Kelangkaan BBM di Bali, Pertamina Patra Niaga Datangkan MT Klasogun Pasok SPBU