Cerita Mantri BRI Tingkatkan Akses Keuangan di Desa Megulung Kidul



KONTAN.CO.ID - Mantri BRI bisa dikatakan menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan perbankan kepada masyarakat Indonesia hingga pelosok daerah.

Hal ini dikarenakan Mantri BRI merupakan petugas lapangan yang tidak hanya menangani masalah kredit pada BRI Unit, namun juga bertugas mempromosikan produk BRI dan mengajak masyarakat menggunakan produk BRI.

Mantri BRI Unit Wonoyoso, Ahsan membeberkan pengalamannya menjadi garda terdepan dalam meningkatkan akses keuangan di Desa Megulung Kidul, Jawa Tengah. Banyak pengalaman yang didapat, salah satunya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya literasi keuangan dan pembiayaan.


Ahsan memulai bertugas sebagai Mantri sejak tahun 2013 yang lalu. Hanya saja, dia harus melalui berbagai tahapan agar menjadi Mantri tetap BRI.

"Kebetulan kan saya dulu pas outsourching itu masih jadi asisten Mantri. Cuma membantu Mantri tetap, ikut-ikut cari nasabah," ujar Ahsan kepada Kontan.co.id, Rabu (20/12).

Dia juga membagikan suka dukanya selama menjadi Mantri BRI. Menjadi Mantri BRI memiliki target mingguan, bulanan dan tahunan yang mesti dicapai untuk menawarkan layanan produk BRI seperti pinjaman. Oleh karena itu, Ahsan terus fokus untuk mencapai target tersebut.

"Risikonya kan setiap Mantri itu di-ranking. Kalau (target) pinjamannya paling kecil itu nanti Mantrinya dipanggil ke cabang untuk presentasi," terang dia.

Belum lagi, Ahsan harus menghadapi berbagai karakteristik nasabah yang ada di Desa Megulung Kidul. Tak jarang, dia pernah mendapatkan perlakuan tidak mengenakan dari nasabahnya saat melakukan penagihan. Kendati begitu, Ahsan harus tetap menjaga hubungan baik dengan nasabahnya.

"Biasanya waktu penagihan itu kan terkadang kita dimarahi sama orang. Kadang besok kalau mau nagih ke situ lagi agak badmood," imbuh Ahsan.

Asal tahu saja, Mantri BRI bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Seorang Mantri BRI harus memiliki keterampilan dan pengetahuan yang mendukung dalam memberikan hasil kerja yang baik.

Hal ini dikarenakan seorang Mantri akan banyak berhubungan dengan masalah kredit, maka Mantri harus menguasai ilmu penelitian kredit yang selaras dengan jenis dan besar kredit yang menjadi wewenangnya, serta menguasai hukum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wendi Setiyo