Cermat Berinvestasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investasi bisa pangkal kaya, bukan menabung pangkal kaya. Pesan ini disampaikan Indra Ardianto atau yang akrab disapa Indra Brasco.

Menurutnya, berinvestasi merupakan tabungan masa depan yang bisa dipilih oleh kaum milenial.

Bahkan suami dari Mona Ratuliu ini sudah berinvestasi sejak tahun 2005 lalu. Alasannya dengan investasi yang dimiliki bisa menjadi dana darurat di masa depan.


Untuk investasi yang dipilih Indra Brasco beberapa macam produk. Didominasi oleh investasi di bidang properti, kemudian reksadana dan saham.

“Sebenarnya produk investasi ini dipilih karena dukungan dari manajer investasi yang memberi saya dan istri pemahaman,” ujar Indra kepada KONTAN.

Dan menurutnya, untuk berinvestasi pun harus memperhatikan banyak hal. Seperti melihat fundamental atau latar belakang investor itu sendiri. Apakah investor tersebut orang yang agresif, moderat, atau konservatif.

Indra mengaku sebagai tipe yang agresif tapi terkadang moderat. “Pernah suatu kali, saya ingin investasi properti dengan jumlah banyak. Namun untungnya istri rem dan mengingatkan,” beber Indra.

Selain melihat fundamental, Indra menyebutkan bahwa perlu ada pemahaman yang luas soal investasi tersebut. Agar tak asal menaruh uangnya di produk investasi, investor perlu mempelajari produk investasi.

“Sejak berinvestasi sampai sekarang, saya menggunakan jasa manajer investasi. Tetapi saya tidak taruh uang ke mereka, melainkan hanya diinformasikan untuk membeli produk investasinya apa saja,” tandasnya.

Kalaupun tak menggunakan jasa manajer investasi, Indra menyarankan investor mencari informasi lewat internet ataupun seminar terkait investasi.

Sebab, hal ini pun dilakukan dirinya saat terjun langsung dalam investasi properti.

“Waktu investasi properti dulu, saya aktif datang ke seminar properti. Dari situ jadi paham lokasi dan manfaatnya ke depan,” tutur Indra.

Benar saja, dari beberapa produk investasi yang dimiliki Indra, kini keluarga dan dirinya dapat manfaat. Seperti beberapa properti yang menjadi kos-kosan, kini sudah menghasilkan keuntungan.

Begitu halnya dengan reksadana. Hasil reksadana bisa digunakan untuk membayar biaya sekolah anak-anak dan kebutuhannya.

Soal investasi ini pun diajarkan kepada anak-anaknya. Tak heran, kini anaknya pun sudah memiliki tabungan dan pemahaman soal investasi. “Saya ingin anak-anak punya bekal,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News