KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (
IHSG) diproyeksi bergerak
sideways sepanjang pekan ini. Sekedar mengingatkan, IHSG ditutup terkoreksi 0,05% secara harian ke level 6.518,12 pada Jumat (28/8/2026). Dalam sepekan, IHSG ditutup terkoreksi 0,12% dibanding posisinya di level 6.525,69 pada Jumat (21/8/2026). Meski begitu, sektor
basic materials dan
consumer non-cyclicals berpeluangan
outperform pada pekan ini. Managing Director of Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su mengatakan, IHSG cenderung
sideways dan volatile. Sepanjang pekan lalu, IHSG melemah tipis 0,12% menjadi 6.518,12. Tekanan terbesar bagi pasar saham terjadi pada Rabu (26/8/2026), tetapi kembali
rebound cukup kuat pada Kamis (27/8/2026).
Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham dan Prospek Kinerja Emiten Properti di Era Suku Bunga Tinggi Harry mengatakan, sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan IHSG pekan ini dari global, pasar mencermati arah kebijakan Federal Reserve (The Fed), pergerakan yield US Treasury dan dolar AS. Sementara dari domestik, perhatian tertuju pada stabilitas politik, pergerakan rupiah, serta rebalancing MSCI yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar. “Proyeksi Senin (31/8/2026), Kami melihat IHSG berpotensi mixed cenderung melemah dengan volatilitas tinggi. Support berada di sekitar 6.500 kemudian 6.450, sedangkan resistance di 6.540 – 6.600,” ujar Harry Su kepada Kontan, Sabtu (29/8/2026). Harry mengatakan, sektor
basic materials dan
consumer non-cyclicals relatif berpeluang
outperform. Sebaliknya, sektor properti dan teknologi perlu lebih diwaspadai karena relatif sensitif terhadap kenaikan yield dan kondisi
risk-off global. Harry bilang, strategi yang bisa dilakukan adalah investor sebaiknya menerapkan strategi
buy on weakness secara selektif dan tidak terlalu agresif menjelang
rebalancing MSCI. Saham yang menarik dicermati antara lain saham
INDF,
BRMS, dan
TINS, sementara saham yang terdampak langsung
rebalancing berpotensi mengalami volatilitas lebih tinggi.
Sementara itu, Axmal Fauza, Junior Research Analyst, Korea Investment & Sekuritas Indonesia mengatakan, terdapat sejumlah data ekonomi yang perlu dicermati pada pekan depan yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG.
Di antaranya data ISM Manufacturing PMI Amerika Serikat, Non-Farm Payrolls AS, Retail Sales Jepang, dan NBS Manufacturing PMI China. Sedangkan dari dalam negeri, terdapat data neraca perdagangan, data inflasi, dan data kunjungan wisatawan, yang perlu dicermati investor. Ia memproyeksikan dalam sepekan ke depan, level support pertama IHSG di 6.295 dan level support kedua di 6.175. Sedangkan potensi resistance pertama di level 6.870 dan resistance kedua di level 7.070. Dengan demikian proyeksi rentang IHSG dalam sepekan ke depan di kisaran 6.175 sampai 7.070. Adapun terkait rekomendasi saham, Axmal melihat saham BRMS,
BULL, TINS, dan
TOWR menarik dicermati dalam pekan depan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News