Cermati Saham-Saham yang Banyak Diburu Asing Saat IHSG Ambruk 7,34%, Rabu (28/1)
Kamis, 29 Januari 2026 06:45 WIB
Oleh: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) memutuskan membekukan perubahan indeks di pasar modal Indonesia. Sentimen tersebut memicu aksi jual besar-besaran di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data BEI yang diolah RTI, IHSG ditutup anjlok 7,34% ke level 8.320,55 pada perdagangan Rabu (28/1/2026).
Sepanjang sesi, pergerakan IHSG konsisten berada di zona merah dengan level terendah menyentuh 8.187 dan tertinggi di 8.596. Baca Juga: Dana Asing Keluar dari Pasar Saham, Ini Dampaknya ke IHSG Tekanan jual tercermin dari dominasi saham yang melemah. Sebanyak 753 saham tercatat turun, sementara hanya 37 saham yang menguat dan 16 saham bergerak stagnan. Kondisi ini ikut menyeret kapitalisasi pasar BEI turun menjadi Rp 15.121 triliun dari Rp 16.380 triliun pada saat penutupan bursa Selasa (27/1/2026).
IHSG Rontok hari ini, 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah & Tertinggi 28 Januari 2026.
Aktivitas transaksi tetap tinggi di tengah gejolak pasar. Total volume perdagangan saham mencapai 60,85 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 45,50 triliun. Dari sisi pelaku pasar, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) jumbo sebesar Rp 6,17 triliun di seluruh pasar. Baca Juga: Cermati Saham yang Banyak Dikoleksi Asing Sepekan Terakhir di Tengah Koreksi IHSG Namun di tengah ambruknya IHSG, investor asing tampak banyak memburu saham-saham ini. Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada Rabu: 1. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 204, miliar 2. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 183,46 miliar 3. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 176,79 miliar 4. PT XL SMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) Rp 165,26 miliar 5. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 127,59 miliar 6. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Rp 127,0 miliar 7. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 101,02 miliar 8. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) Rp 83,09 miliar 9. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) Rp 68,45 miliar 10. PT Indika Energy Tbk (INDY) Rp 56,29 miliar