Cermati Saham yang Banyak Dikoleksi Asing Sepekan Terakhir di Tengah Koreksi IHSG
Sabtu, 24 Januari 2026 21:34 WIB
Oleh: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan akhir pekan ini, sementara dalam sepekan IHSG merosot signifikan. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melemah 41 poin atau 0,46% ke level 8.951,01 pada penutupan perdagangan Jumat (23/1/2026). Sementra itu, dalam sepekan perdagangan terakhir IHSG merosot 1,37%.
Pada perdagangan Jumat, sebanyak sembilan indeks sektoral turun jadi pemberat IHSG. Baca Juga: Saham Menghuni FCA Ikut Melonjak di Tengah Kenaikan IHSG, Ini Katalis Pendorongnya Sektor yang turun paling dalam antara lain transportasi 2,29%, disusul barang konsumer non primer 2,25%, perindustrian 1,53%, dan energi 0,96%. Total volume perdagangan saham di BEI pada Jumat mencapai 63,6 miliar dengan nilai transaksi Rp 31,77 triliun. Ada 495 saham yang melemah, 191 saham yang menguat dan 118 saham yang stagnan.
IHSG Kembali Turun hari ini, 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah & Tertinggi 23 Januari 2026.
Namun di tengah koreksi IHSG, investor asing mencatat net buy jumbo Rp 759 miliar di seluruh pasar. Investor asing tampak banyak mengoleksi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) selama sepekan ini. Baca Juga: Asing Net Buy Jumbo Rp 759 Miliar Saat IHSG Tertekan, Cek Saham yang Banyak Diborong Dimana kedua saham ini berada diurutan teratas saham favorit asing. Berikut 10 saham net buy terbesar asing dalam sepekan: 1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 742,45 miliar 2. PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 494,98 miliar 3. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 467,95 miliar 4. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 438,14 miliar 5. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 403,37 miliar 6. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 363,33 miliar 7. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Rp 250,33 miliar 8. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 185,18 miliar 9. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 176,27 miliar 10. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) Rp 145,86 miliar